Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 07 Apr 2020 10:52 WIB

Mudik Tak Dilarang, Penanganan Corona Bisa Amburadul

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Wabah Corona berdampak ke hampir semua sektor. Transportasi jadi salah satu sektor yang terdampak dari penyebaran virus Corona di Indonesia. Foto: Antara Foto
Jakarta -

Pemerintah tidak jadi melarang mudik masyarakat di tengah wabah corona. Meski begitu, pemerintah juga masih berharap agar masyarakat tidak melakukan mudik ke kampung halaman.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai pemerintah harusnya tegas saja melarang mudik. Dengan maju mundur seperti ini hanya menambah pekerjaan banyak pihak dan memecah konsentrasi untuk penanganan virus corona.

"Kalau maju mundur gini nambahin kerjaan ke semua orang. Larang ya larang aja. Kalai dibatasi ya susah, rumit. Jadi pekerjaan tambahan aja, dan pecah konsentrasi penanganan virus corona ini," jelas Agus kepada detikcom, Selasa (7/4/2020).

Agus meminta agar pemerintah tidak maju mundur dalam memutuskan untuk melarang mudik. Selanjutnya apabila mau melarang cepat disiapkan bantuan untuk masyarakat kecil.

"Jangan maju mundur begini, kalau iya melarang disiapkan bantuan dan skemanya buat masyarakat. Kalau tidak (melarang) ya makin banyak, kalau setengah-setengah kaya gini, bingung," kata Agus.

Pemerintah sendiri berencana menaikkan tarif angkutan umum agar masyarakat enggan mudik. Namun menurut Agus langkah ini hanya akan memakan waktu. Sementara itu ribuan orang sudah keburu mudik.

"Ini mau naikin tarif angkutan, tarif tol, efektif nggak? Belum mesti ada ubah aturannya segala macem, makan waktu lagi. Kalau larang kan gampang udah. 30 ribuan saya cek di Wonogiri orang udah mudik," kata Agus.

Menurutnya saat ini masyarakat dibebankan ketidakpastian, dia menjelaskan bisa saja Jakarta mudik tidak dilarang, tapi tahu-tahu di kampung halaman si pemudik ditolak keluarganya.

"Masyarakat dibebankan ketidakpastian, bisa aja orang dari sini udah jalan ditolak orang kampung? Kan kasihan," ungkap Agus.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com