Perundingan WTO Deadlock Lagi?
Senin, 12 Des 2005 16:38 WIB
Jakarta - Para menteri perdagangan dari sekitar 149 negara anggota World Trade Organisation (WTO) mulai berdatangan di Hong Kong.Mereka berharap bisa mencapai berbagai kesepakatan seputar masalah perdagangan, setelah kegagalan pertemuan di Cancun, Meksiko tahun lalu.Namun tampaknya pertemuan kali ini bakal alot kembali. Eropa sudah menegaskan tidak akan menawarkan reformasi baru untuk subsidi pertanian dalam pertemuan WTO yang akan berlangsung 13-18 Desember.Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi Perdagangan Uni Eropa Peter Mandelson seperti dikutip dari BBC, Senin (12/12/2005). Mandelson menegaskan, kesepakatan pemangkasan subsidi secepatnya adalah hal yang tidak mungkin.Padahal pemangkasan subsidi tersebut merupakan impian dari negara-negara berkembang yang berharap tercapai kesepakatan soal perdagangan yang lebih adil.Sejumlah negara berkembang pun sudah menyatakan pesimismenya. "Sekarang jelas sekali kecuali ada keajaiban. Dan sekarang saya bahkan tidak yakin apa keajaiban itu. Kami tidak akan memperoleh kesepakatan akhir di Hong Kong, ujar Menlu Brasil Celso Amorim dengan pesimistis.Sementara Perwakilan Perdagangan AS, Rob Portman mengatakan, kunci kesuksesan perundingan di Hong Kong terletak di tangan 25 negara anggota Uni Eropa yang selama ini telah membayar miliaran dolar setiap tahun hanya untuk subsidi pertanian.Pada awal tahun 2005, AS menawarkan bantuan pemangkasan subsidi pertanian hingga 60 persen sampai tahun 2010. Namun syaratnya, Uni Eropa juga harus memangkas 80 persen subsidinya. Sejauh ini, Uni Eropa menolak usulan tersebut."Kunci perkembangan akses pasar, akses pertanian adalah tantangan utama dan kami pikir harus mendapat kemajuan di Hong Kong ini," kata Portman seperti dikutip dari AFP.Hal senada disampaikan Celso Amorim yang menyatakan bahwa tidak akan ada kesepakatan yang akan dicapai kecuali Uni Eropa membuat konsesi yang lebih besar dalam subsidi pertanian."Kecuali Uni Eropa meningkatkan tawarannya di bidang pertanian, saya tidak percaya kita dapat melengkapi hasil putaran Doha," ujar Celso Amorim.Dalam pertemuan WTO di Cancun, Meksiko lalu gagal tercapai kesepakatan. Salah satu isu yang tidak berhasil mencapai kesepakatan adalah berkaitan dengan keinginan negara-negara maju agar negara berkembang memangkas tarif masuk produk pertanian.Sementara negara berkembang menuntut negara maju menghapus subsidi, terutama sektor pertanian. Isu lainnya adalah menyangkut akses pasar dan perdagangan jasa.Negara-negara berkembang umumnya kecewa karena melencengnya beberapa agenda perundingan yang telah disepakati di Doha tahun 2001.Namun jika Eropa tetap bersikukuh, bukan tak mungkin pertemuan di Hong Kong bakal senasib dengan Cancun.
(qom/)











































