Kolaborasi Kementan dan Jasa Online Diharapkan Tak hanya Saat Pandemi

Inkana Putri - detikFinance
Selasa, 07 Apr 2020 21:43 WIB
Kementan
Foto: Kementan
Jakarta -

Kementerian Pertanian menggandeng jasa layanan online, seperti Gojek untuk menyediakan jasa layanan belanja pangan yang aman dan nyaman bagi masyarakat sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Salah seorang petani, Iwan Subakti menilai terobosan yang sudah dilakukan Kementan sudah tepat di era Revolusi Industri 4.0.

"Rantai pasok itu sampai ke retail, tidak berhenti di on farm. Dalam hal ini Kementan masih bertanggung jawab terhadap distribusi pangan segar," kata Iwan dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2020)

Salah satu bentuk kerja sama yang disepakati adalah menjaga ketersediaan, stabilisasi pasokan dan harga 11 komoditas pangan melalui pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi untuk penyaluran atau distribusi barang.

Pengusaha asal Banten yang pernah mendapat penghargaan Ketahanan Pangan, Adhikarya Pangan Nusantara ini menambahkan, kerja sama yang dilakukan tersebut sebaiknya juga melibatkan perusahaan angkutan online lain. Hal ini tentunya akan lebih memperluas nilai manfaat dan menangkis tudingan miring.

"Sebagai implementasi social dan physical distancing, kerja sama ini bisa dibilang efektif. Namun alangkah baiknya hal ini tidak bersifat temporal, muncul pada saat-saat tertentu. Mudah-mudahan terus berlanjut," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan kerja sama yang dilakukan Kementan dengan Gojek merupakan bentuk antisipasi distribusi pangan dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait social distancing.

"Dua hal yang penting dalam ketersediaan pangan adalah supply dan demand. Kita semua harus ikut berperan dalam hal ketersediaan pangan dan stabilisasi harga," ujarnya usai penandatanganan kerja sama di kantor pusat Kementan Jumat lalu.

Menurut Iwan, Pemerintah saat kondisi seperti ini harus memberikan perhatian kepada petani.

"Karena tugas petani adalah produksi bukan distribusi. Maka perlu ada pihak tengah untuk menjembatani distribusi ini. Yang kita jaga bersama adalah jangan sampai ada pihak yang bermain menguasai satu komoditas," pungkasnya.



Simak Video "Stabilkan Harga, 250 Ribu Ton Gula Digelontorkan ke Pasar"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)