Pemerintah Upayakan Kebijakan yang Tidak Berat Sebelah
Senin, 12 Des 2005 18:14 WIB
Jakarta -
Pemerintah akan berupaya menciptakan kebijakan yang tidak menghambat sektor riil dan perbankan. Oleh karena itu, pemerintah akan terus menjalin koordinasi dengan Bank Indonesia (BI)."Pemerintah dalam hal ini berupaya untuk menjaga berbagai policy yang diharapkan tidak memperberat kondisi sektor riil dan sektor perbankan," kata Menteri Keuangan Srimulyani seusai acara peluncuran Ikatan Bankir Indonesia di auditorium Plasa Bank Mandiri, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (12/12/2005).Sri Mulyani menjelaskan, fungsi intermediasi dari perbankan harus betul-betul dijalankan guna menciptakan iklim yang nyaman untuk pertumbuhan sektor riil. Ia mengakui bahwa kondisi mikro yang jelek akan mengakibatkan kondisi makro yang memburuk. Demikian pula kondisi makro yang buruk akan menyebabkan kondisi mikro yang buruk pula."Sehingga link antara mikro dan makro adalah sesuatu yang tidak dipungkiri lagi adalah sangat penting," tegas Sri Mulyani.Ditambahkannya, selama 6 bulan ke depan konsolidasi dan koordinasi bersama Menko Perekonomian dan Gubernur Bank Indonesia akan terus dilakukan guna menciptakan kondisi makro yang sehat. "Kita akan coba lakukan dengan pak Boediono dan dengan pak Burhanudin, melakukan banyak catatan dan tentu saja kami bertiga merasa ada di dalam satu nafas dan gelombang pemikiran yang sama, sehingga diharapkan makro policy tidak menjadi challenge bagi bankir-bangkir," tukas Sri Mulyani.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































