Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 08 Apr 2020 13:55 WIB

PHK 87 Karyawan, Ramayana Depok Tutup Permanen

Vadhia Lidyana - detikFinance
Ramayana Department Store Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta -

Ramayana City Plaza Depok, Jawa Barat sudah menutup operasionalnya sejak Senin (6/4). Akibatnya, semua karyawan di gerai tersebut yang jumlahnya 87 orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kita sudah tutup operasional dari tanggal 6 April. Tidak ada kegiatan lagi, ya tutup total," tutur Store Manager Ramayana City Plaza Depok M Nukmal Amdar kepada detikcom, Rabu (8/4/2020).

Dengan demikian, gerai Ramayana Depok saat ini ditutup permanen. Namun dia bilang tidak menutup kemungkinan akan dibuka kembali, tergantung kebijakan dari manajemen pusat.

"Kita tutup operasional artinya permanen. Tapi tidak menutup kemungkinan ke depan jika kondisi memungkinkan bisa ada harapan lebih baik. Ya mungkin arah manajemen kita nggak tahu seperti apa ke depan," katanya.

Nukmal menegaskan, seluruh karyawan yang kena imbas PHK diproses sesuai ketentuan dan akan memperoleh pesangon.

"Semua karyawan 87 orang sudah kita PHK dan diproses sesuai ketentuan. Mereka mendapatkan hak pesangonnya," tegas Nukmal.

Selain itu, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk juga telah mendaftarkan seluruh karyawan Ramayana Depok kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat agar memperoleh Kartu Pra Kerja.

Ia mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan Disnaker Kota Depok agar program andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut bisa diperoleh 87 karyawan Ramayana yang kena PHK tersebut.

"Sudah. Kebijakan management agar bisa menopang biaya hidup akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Semua kita sudah daftarkan juga ke Disnaker untuk mendapatkan dana pemerintah dari Kartu Pra Kerja," paparnya.

Sebelumnya, Nukmal menuturkan, semenjak virus Corona (COVID-19) merambah Tanah Air, penjualan gerainya berangsur turun, bahkan hingga 80%.

"Semenjak bulan Maret, sudah penurunan sampai 40%. Itu kan kita masih bagus di awal sebelum penemuan COVID-19 pertama di Indonesia kita masih stabil di situ. Tapi begitu berjalannya dengan protokol pemerintah akhirnya sudah tidak bisa lagi. Terakhir kondisi tren penjualan menurun sampai 80% jadi tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan operasional," terang Nukmal.



Simak Video "Gegara Corona, Ramayana Depok PHK 87 Karyawannya"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com