Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Apr 2020 16:10 WIB

Izin Impor Daging Kerbau Telat Terbit, India Terlanjur Lockdown

Vadhia Lidyana - detikFinance
daging kerbau Ilustrasi Daging Kerbau/Foto: detikFood/iStock
Jakarta -

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan sulitnya memperoleh perizinan impor untuk daging kerbau dari India. Padahal, penugasan impor daging kerbau melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sudah sejak Januari 2020.

"Kami ajukan awal tahun itu untuk masalah impor daging kerbau. Kami sudah ajukan Januari, sudah diputus rakortas. Tapi kami tidak langsung dapat izin untuk impor," kata Buwas dalam rapat virtual dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (9/4/2020).

Izin tersebut baru terbit pada bulan Maret 2020. Namun, ketika itu India sudah melakukan lockdown demi mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19), sehingga impor daging kerbau pun kembali terhambat.

Pihaknya pun berusaha memperoleh daging kerbau yang sudah diimpor Malaysia dari India. Barang tersebut tak bisa masuk ke Malaysia karena negara itu pun sudah lockdown. Akhirnya daging kerbau India itu pun tak bisa dikirim ke Indonesia karena akses sudah ditutup.

"Izin diberikan setelah muncul wabah COVID-19. Begitu, wabah muncul, India lockdown, jadi terhambat. Jadi Malaysia impor dari India, tapi nggak bisa masuk karena Malaysia lockdown. Tapi nggak bisa juga masuk ke Indonesia. Karena dari India memberikan kewenangan, kami nggak bisa ambil di sana karena lockdown," ujar Buwas.

Menanggapi hal itu, Komisi IV DPR RI pun mengusulkan agar Bulog beralih menyerap daging ayam lokal sehingga stok daging tetap terpenuhi dan ayam dari peternak dalam negeri pun bisa terserap.

Namun, menurut Buwas pihaknya tak bisa langsung melaksanakan usulan tersebut sebelum ada penugasan pemerintah.

"Lalu ada usulan, bagaimana kalau ditukar dengan daging ayam? Bisa saja. Tapi tidak bisa otomatis karena harus ada penugasan," tutup Buwas.



Simak Video "Singapura Mulai Longgarkan Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com