Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 10 Apr 2020 12:30 WIB

India Keburu Lockdown, Impor Daging Kerbau Tertunda

Vadhia Lidyana - detikFinance
Daging Kerbau Foto: Yulida Medistiara
Jakarta -

Lamanya proses penerbitan izin impor daging kerbau dari India menyebabkan proses pengadaan komoditas pangan pokok tersebut tertunda. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan, pihaknya tak kunjung memperoleh izin impor daging kerbau India meski virus corona (COVID-19) sudah menyebar di berbagai wilayah Indonesia.

Pandemi tersebut menyebabkan permintaan akan komoditas daging melonjak, yang akhirnya stok pun kian menipis. Selain itu, Buwas mengungkapkan sejak Januari 2020 pihaknya sudah diberikan penugasan impor daging kerbau India melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Kami ajukan awal tahun itu untuk masalah impor daging kerbau. Kami sudah ajukan Januari, sudah diputus rakortas. Tapi kami tidak langsung dapat izin untuk impor," kata Buwas dalam rapat virtual dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (9/4/2020).


Ketika Corona sudah merajalela di Tanah Air, izin impor tersebut baru terbit. Sayangnya, ketika Bulog sudah meraih 'lampu hijau' dari pemerintah untuk mengimpor daging kerbau, India terlanjur menetapkan lockdown demi mencegah penyebaran Corona. Sehingga, impor daging kerbau pun kembali terhambat.

Pihaknya pun berusaha memperoleh daging kerbau yang sudah diimpor Malaysia dari India. Barang tersebut tak bisa masuk ke Malaysia karena negara itu pun sudah lockdown. Akhirnya daging kerbau India itu pun tak bisa dikirim ke Indonesia karena akses sudah ditutup.

"Izin diberikan setelah muncul wabah COVID-19. Begitu, wabah muncul, India lockdown, jadi terhambat. Jadi Malaysia impor dari India, tapi nggak bisa masuk karena Malaysia lockdown. Tapi nggak bisa juga masuk ke Indonesia. Karena dari India memberikan kewenangan, kami nggak bisa ambil di sana karena lockdown," ujar Buwas.

Menanggapi hal itu, Komisi IV DPR RI pun mengusulkan agar Bulog beralih menyerap daging ayam lokal sehingga stok daging tetap terpenuhi dan ayam dari peternak dalam negeri pun bisa terserap.

Namun, menurut Buwas pihaknya tak bisa langsung melaksanakan usulan tersebut sebelum ada penugasan pemerintah.

"Lalu ada usulan, bagaimana kalau ditukar dengan daging ayam? Bisa saja. Tapi tidak bisa otomatis karena harus ada penugasan," tutup Buwas.



Simak Video "China Dihantui Kasus Impor Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com