Corona Ditangani Pakai Kartu Pra Kerja, Ekonom Nilai 'Salah Obat'

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 12 Apr 2020 17:50 WIB
Ilustrasi Kartu Pra Kerja
Foto: Ilustrasi Kartu Pra Kerja (Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Jakarta -

Pemerintah baru saja membuka pendaftaran kartu Pra Kerja. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya yang menjadi korban PHK di tengah wabah Corona.

Peneliti ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai program kartu Pra Kerja yang baru saja diluncurkan tidak tepat untuk menyelematkan para korban PHK di situasi darurat wabah Corona.

Menurutnya, di saat darurat wabah seperti ini bukan menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan keahlian para korban PHK.

"Model pelatihan online pra kerja kurang tepat di saat pandemi, ini bukan waktunya untuk meningkatkan skill korban PHK. Konsep kartu Pra Kerja itu kan ada saat kondisi normal, untuk tingkatkan skill. Dalam kondisi darurat kurang tepat," kata Bhima kepada detikcom, Minggu (12/4/2020).

Efektivitas program ini untuk membantu masyarakat dinilai sangat kecil. Bahkan, Bhima menilai program ini akan berpotensi gagal sebelum dimulai.

"Jadi efektivitasnya kecil sekali. Bahkan gagal sebelum dimulai," tegas Bhima.

Bhima menilai tidak ada jaminan bagi masyarakat untuk mendapat kerja usai mengikuti program ini. Terlebih di situasi seperti ini, dia mempertanyakan perusahaan mana yang mau menampung pekerja dengan skala besar di tengah wabah seperti ini.

"Tidak ada jaminan setelah ikut program ini akan langsung terserap kerja. Industri mana yang siap menampung 5.6 juta orang," pungkas Bhima.



Simak Video "Pendaftar Kartu Pra Kerja Tembus 8,4 Juta Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)