ADVERTISEMENT

Warga China di AS Jadi Pengangguran, Mau Mudik Nggak Ada Duit

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 13 Apr 2020 10:31 WIB
Warga New York
Foto: (twitter)
Jakarta -

Salah satu warga negara China Tang Chen yang tinggal dan bekerja di Amerika Serikat (AS) bingung bukan kepalang. Bulan lalu, perusahaan tempatnya bekerja memutuskan untuk memberhentikan dirinya.

Ia tak bisa tidur, setiap hari jantungnya berdebar, dalam benaknya selalu ada pertanyaan 'Apakah saya bisa tetap tinggal di AS dalam kondisi seperti ini?'

Tang berasal dari Provinsi Zhejiang, China Timur. Ia bekerja di AS sejak 2014. Visa kerja H1-B yang ia pegang selama ini akan berakhir pada Desember mendatang.

Dia yang sempat bekerja di sebuah perusahaan pengembang software di Fort Washington, Pennsylvania juga pernah berencana untuk mengajukan Green Card namun terlalu sulit, hingga kini belum terealisasi.

Tang saat ini juga telah memiliki apartemen di AS, namun semua rencananya berantakan setelah pada 13 Maret ia diberhentikan dari perusahaan dan ia juga akan kehilangan visa kerja dalam waktu beberapa bulan lagi.

Perusahaan tempat Tang bekerja juga memutuskan tidak melanjutkan proses permohonan Green Card tersebut. Hancur sudah mimpi-mimpi Tang untuk menetap di negeri Paman Sam itu.

Sebenarnya, ketika pemegang visa H1-B seperti Tang kehilangan pekerjaan, ia memiliki waktu 60 hari untuk mengajukan perubahan visa menjadi turis atau pelajar atau menemukan tempat kerja baru yang bersedia mensponsori visa kerja mereka.

Tang sudah memiliki rencana untuk kembali ke kampung halamannya. Namun, ia terganjal dengan minimnya penerbangan ke China dan biaya tiket yang terlalu mahal.


Ia juga khawatir dengan risiko tertular virus saat perjalanan kembali ke China. Akhirnya ia memutuskan untuk mendaftar ke universitas agar mendapatkan visa pelajar dan ia bisa tetap tinggal di AS secara legal.

Mengutip CNN, Senin (13/4/2020), pandemi yang menyebar di berbagai negara ini membuat penerbangan internasional dari dan ke China dikurangi drastis. Hal ini membuat harga tiket terus melambung.

Pengacara Imigrasi yang berbasis di New YorkYing

Cao mengungkapkan saat ini banyak cerita kecemasan warga China yang bekerja di AS karena masa berlaku visa habis dan pekerja juga kehilangan mata pencaharian.

"Saya belum pernah melihat banyak orang kehilangan pekerjaan seperti ini. Bahkan ini lebih buruk dari pada 2008," kata Ying.

Pada Maret, Ying menerima laporan dua kali lebih besar dibandingkan bulan biasa. Bahkan dia meminta kepada klien untuk mengajukan perubahan status visa jika masa tenggang berakhir, menjadi turis, siswa atau visa dependen.



Simak Video "Kasus Corona RI 15 September Tambah 2.651, Ini Sebarannya"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT