Kemenkop Kumpulkan Data KUMKM Terdampak COVID-19 Lewat e-Form

Yudistira Imandiar - detikFinance
Senin, 13 Apr 2020 17:35 WIB
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan
Foto: Kemenkop UKM
Jakarta -

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) merilis e-form untuk pendataan Koperasi dan UMKM (KUMKM) yang terdampak pandemi COVID-19. Pendataan ini dilakukan untuk menyiapkan bantuan kepada para pelaku usaha.

Pendataan lewat e-form merupakan tindak lanjut dari program pendataan melalui hotline pengaduan KUMKM terdampak yang dibuka sejak 17 Maret 2020. Melalui e-form tersebut Kemenkop menghimpun data para pelaku usaha untuk selanjutnya menyalurkan bantuan dengan tepat guna.

"Untuk dapat menerapkan kebijakan dan fasilitasi pemerintah bagi para pelaku KUMKM terdampak COVID-19 secara tepat sasaran, diperlukan data yang akurat," kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan dalam keterangan resmi Kemenkop, Senin (13/4/2020).

Ia mengatakan, data-data yang akurat merupakan hal krusial sebagai dasar pengambilan kebijakan di lapangan. Hal ini kata Rully, hanya dapat diperoleh melalui partisipasi dari masyarakat pelaku yang terdampak langsung.

Rully menegaskan, pendataan tidak memungut dana karena anggaran untuk eksekusi program-program mitigasi sudah tersedia, sehingga tidak ada keharusan bagi para pelaku untuk membayar kompensasi apapun.

"Kami paham bahwa sudah banyak beredar pendataan di masyarakat, namun e-form ini sangat diperlukan untuk memastikan tersedianya data yang akurat dan mutakhir," jelas Rully.


Keberagaman kondisi, karakteristik, dan permasalahan KUMKM yang tersebar di seluruh Indonesia, terang Rully, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk dapat menyalurkan jenis program dan bantuan yang tepat. Oleh sebab itu, pendataan lewat e-form diorganisir melalui organisasi yang membawahi KUMKM di setiap daerah.

"Oleh sebab itu sirkulasi e-form ini kami lakukan melalui jejaring perangkat organisasi terkait KUMKM, bukan langsung ke masyarakat," ujar Rully.

Dalam menghimpun data, Kemenkop bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain. Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Tb. Fiki C. Satari mengungkapkan, Kemenkop juga menggandeng kelompok-kelompok masyarakat dan pendamping KUKM yang memiliki jangkauan dan jejaring hingga ke seluruh pelosok Indonesia.

"Kami bekerja sama lintas kementerian dan lembaga terkait pasokan dan analisis data ini," kata Fiki.

Data yang diperoleh dari e-form ini, terang Fiki, akan terintegrasi dengan big data kementerian, yang akan dimanfaatkan sebagai basis bagi pemutakhiran data dan penanganan yang lebih sigap dan tanggap pada dukungan program pemerintah selanjutnya.

"Dengan begitu para pelaku diminta untuk menginformasikan kondisinya secara lebih rinci dan spesifik, karena selain untuk dapat diintegrasikan dengan data terdahulu, juga untuk menghindari duplikasi data," ujarnya.

Data yang diperoleh dan telah dilengkapi NIK pelaku KUMKM akan dikompilasi dalam sistem terpadu sehingga para pelaku tidak perlu melakukan pengisian data ulang di masa mendatang.

E-form Pendataan Koperasi dan UMKM Terdampak COVID-19 ini mulai didistribusikan melalui Organisasi Perangkat Daerah yang membawahi koperasi dan UKM, serta seluruh institusi yang memiliki jejaring dan stakeholder para pelaku KUMKM mulai Senin, 13 April 2020 melalui tautan https://bit.ly/SiapBersamaKUMKM dalam payung program #SiapBersamaKUMKM.



Simak Video "Jangan Tunggu Bangkrut! Jokowi Minta Bantuan UMKM Segera Cair"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)