Menilai Efektivitas Bantuan Pemerintah Lawan Gempuran Corona

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 13 Apr 2020 18:40 WIB
Dampak Corona ke Ekonomi
Foto: Dampak Corona ke Ekonomi (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyiapkan anggaran penanganan wabah COVID-19 mencapai Rp 405,1 triliun. Anggaran itu akan digunakan untuk bidang kesehatan, jaring pengaman sosial, insentif perpajakan dan stimulus KUR, hingga program pemulihan ekonomi.

Setelah itu, pemerintah juga meluncurkan program Kartu Pra Kerja. Program ini dibuka bagi masyarakat Indonesia yang belum memiliki pekerjaan maupun korban PHK terdampak pandemi virus Corona. Mereka sudah bisa mengakses situs www.prakerja.go.id untuk mendaftarkan dirinya di program andalan Presiden Jokowi tersebut.

Masyarakat yang terdaftar sebagai peserta dalam program ini nantinya akan menikmati manfaat hingga Rp 3,5 juta. Namun, sayangnya besaran manfaat itu tidak semuanya dicairkan berbentuk tunai. Sebagian besarnya diberikan dalam bentuk pelatihan.

Lalu, sudah tepatkah upaya-upaya pemerintah tersebut dalam mengatasi dampak pandemi yang sedang berlangsung?

Simak wawancara bersama pengamat ekonomi sekaligus peneliti senior pada Institute of Developing Entrepreneurship dan Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sutrisno Iwantono berikut:

Bagaimana dengan stimulus dari pemerintah?

Ya kita apresiasi stimulus yang Rp 405,1 triliun itu. Tinggal sekarang ini delivery-nya yang ditunggu. Jangan terlambat dan jangan salah sasaran, jangan salah eksekusi. Kalau terlambat akan kehilangan daya redam terhadap keterpurukan ekonomi, apalagi kalau salah implementasi.

Contohnya, yang ga tepat itu adalah subsidi kartu pra kerja kok diberikan dalam bentuk training. Karyawan yang kehilangan pekerjaan dan rakyat kita perlu makan saat ini, bukan pelatihan. Tahu sendiri yang namanya pelatihan-pelatihan oleh instansi pemerintah selama ini kan tidak efektif dan cenderung boros anggaran. Angkanya besar itu, 1 orang Rp 1.000.000,- kalau ada 5,6 juta orang sudah Rp 5,6 triliun, malah kalau tidak salah ada anggaran sebesar Rp 20 triliun.

Uang itu akan lebih bermanfaat kalau diberikan langsung kepada penerimanya, supaya dapat digunakan untuk membantu mereka bertahan hidup. Walaupun tidak harus semua tunai, sebagian bisa dalam bentuk barang, misalnya beras. Kalau semua tunai nanti malah dipakai mudik. Uang ini malah diberikan kepada lembaga training online, enak banget yang terima uang itu, siapa kira-kira? Jangan begitulah, rakyat ini sedang susah, berikanlah uang itu pada yang memang berhak menerimanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ahli Virologi Berharap Covid-19 Semakin Bermutasi, Ini Alasannya..."
[Gambas:Video 20detik]