Pasar Tanah Abang Ditutup, Pedagang: Buat Makan Besok Sudah Sulit

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 14 Apr 2020 12:14 WIB
Sebagian Pasar Tanah Abang mulai ditutup Jumat (27/3) ini. Penutupan itu dilakukan guna mencegah penyebaran virus Corona.
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Pedagang di kawasan Pasar Tanah Abang mengeluh lantaran sudah dua minggu lebih tak bisa berjualan. Operasional pasar dihentikan sejak 27 Maret untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Alhasil seluruh toko tutup, kecuali penjual kebutuhan pokok.

Ketua Koperasi Pedagang Pasar Tanah Abang Yasril Umar menjelaskan sudah ada pedagang yang mengeluh karena pusing memikirkan uang untuk makan sehari-hari.

"Itu yang jadi masalah kan. Ada beberapa pedagang sudah ngeluh ke kami, buat makan besok mereka sudah sulit. Terutama ini pedagang-pedagang ini yang mereka bukan produsen, yang modal juga pas-pasan," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (14/4/2020).

Yang jadi masalah tidak semua pedagang bisa berjualan secara online selama Pasar Tanah Abang ditutup. Jadi ada yang benar-benar kehilangan pemasukan.

"Nggak semua (jualan online). Tapi mereka kan rata-rata punya pelanggan yang bisa dihubungi melalui telepon atau WhatsApp kan. Mereka bisa kirim gambar contoh produk. Dia tinggal kirim melalui ekspedisi apa gitu kan. Kalau Jabodetabek dia pakai jasa kurir, ojol," sebutnya.

Namun penjualan via online tidak sebanyak bila bertransaksi secara langsung karena ada keterbatasan bagi konsumen.

"Iya begitu lah. Namanya online mereka juga belinya terbatas. Kalau mereka datang langsung bisa pilih-pilih. Dan juga bisa sekian toko yang bisa didatangi dalam satu kali perjalanan," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Promotion Manager Pengelola Pasar Tanah Abang Hery Supriyatna memperkirakan total kerugian seluruh pedagang mencapai Rp 200 miliar per hari imbas tak beroperasi.

"Kalau potensi kerugian sih, kalau saya bicara kawasan Tanah Abang secara keseluruhan ya. Kawasan Tanah Abang secara keseluruhan itu kalau kondisi buka normal itu omzet mereka diperkirakannya bisa sampai Rp 200an miliar lah sehari," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (14/4/2020).



Simak Video "Pasar Tanah Abang Terpuruk, Penghuninya Perlahan 'Hilang'"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)