DPR Akan Panggil Pertamina Soal Pergantian 'Si Kuda Laut'
Selasa, 13 Des 2005 14:30 WIB
Jakarta - Pergantian 'Si Kuda Laut' ternyata tidak berjalan mulus. Komisi VI DPR RI menyayangkan pergantian logo yang dirasa nggak penting banget ini.Untuk itu, Komisi VI DPR RI berniat memanggil jajaran manajemen Pertamina guna meminta klarifikasi berkaitan dengan pergantian logo ini. Bahkan jika dianggap krusial, maka pemanggilan akan dilakukan pada masa reses.Demikian disampaikan Ketua Komisi VI DPR RI Didik J Rachbini di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/12/2005)."Saya melihat Dirut Pertamina tidak mengkaji secara lebih mendalam, bahkan atasannya Meneg BUMN pun tidak tahu. Kalau istilah saya, itu pemberontakan yang tidak terarah," tegas Didik.Ia juga menyayangkan keputusan Pertamina memilih konsultan asing yakni Landor untuk masalah pergantian logo. "Kita menyayangkan kenapa tidak memakai desainer lokal, dan implikasinya bisa mencapai ratusan miliar. Karena itu kami akan mempertanyakan masalah ini karena tidak terlalu urgent," ujar Didik.Anggota Komisi VI FDIP Hasto Kristianto setuju dengan pendapat Didik. Menurut Hasto, masalah pergantian logo memang urusan eksekutif bukan legislatif. Namun Hasto menilai, dana Pertamina berasal dari keuangan negara dan sudah seharusnya peruntukannya pun untuk kepentingan negara. "Angka Rp 2,5 miliar itu kalau untuk membuat pabrik minyak dari jarak bisa membuat 25 pabrik yang memiliki kapasitas 100 liter per hari," sesal Hasto.
(qom/)











































