Sederet 'Bantuan Corona' untuk Driver Ojol yang Bikin Iri

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 15 Apr 2020 09:41 WIB
driver ojol
Foto: istimewa

3. Dapat Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Pemerintah juga akan memberikan BLT kepada 29,3 juta masyarakat yang masuk ke dalam kelompok 40% termiskin di Indonesia, hingga para kelompok pekerja informal termasuk pengemudi ojol.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan kebijakan ini digulirkan pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat di tengah pelemahan ekonomi akibat dampak virus Corona.

"Untuk meningkatkan daya beli, kita bagi dalam beberapa kelompok tujuan stimulus, pertama pasti adalah masyarakat rumah tangga termiskin, 40% rumah tangga termiskin, 29,3 jt akan alokasikan dalam bentuk bantuan langsung tunai," kata Susi saat video conference BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

4. Dijadikan Transportasi untuk Pembelian Sembako

Kementerian Pertanian telah menggandeng perusahaan aplikator transportasi online untuk pembelian sembako. Ojol merupakan satu-satunya sektor transportasi yang diajak bekerja sama. Beda dengan perusahaan-perusahaan transportasi lainnya yang harus berupaya mandiri.

5. Minta Tes Corona dan Turunkan Ongkos Kirim

Pihak ojol masih meminta pemerintah memperhatikan para pengemudi ojol yang pendapatannya sudah hilang sejak diterapkan physical distancing. Ketua Presidium Gabungan Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono meminta pemerintah memberikan layanan kesehatan bagi para driver ojol, seperti pengecekan COVID-19.

"Karena kami yang masih terus beraktivitas di jalan dan paling berisiko terpapar juga," tuturnya kepada detikcom, Senin (6/4/2020).

Pihaknya juga memiliki tuntutan kepada aplikator seperti Gojek dan Grab yaitu minta diturunkan potongan ongkos kirim yang biasanya 20% menjadi maksimal 10%. Selama ini ongkir yang didapat dipotong sekitar 20% untuk aplikator.


(eds/eds)