Bertambah 5%, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 6.300 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 15 Apr 2020 11:19 WIB
Illustrasi Rupiah Terhimpit Dollar
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia Februari 2020 sebesar US$ 407,5 miliar atau sekitar Rp 6.316 triliun (kurs Rp 15.500).

ULN ini terdiri dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 203,3 miliar Rp 3.151 triliun dan ULN swasta termasuk BUMN US$ 204,2 miliar Rp 3.165 triliun.

"ULN Indonesia tumbuh 5,4% melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 7,6%. Perkembangan tersebut terutama didorong oleh perlambatan ULN publik," tulis keterangan resmi BI, Rabu (15/4/2020).

Secara rinci ULN pemerintah di luar bank sentral tercatat US$ 200,6 miliar atau tumbuh 5,1% lebih rendah dari pertumbuhan bulan lalu 9,5%. Penurunan ULN pemerintah dipengaruhi sentimen global sebagai dampak pandemi COVID-19 yang meluas sehingga mendorong arus modal keluar dari pasar surat berharga negara (SBN) domestik.

ULN Pemerintah tersebut dikelola secara hati-hati dan kredibel guna mendukung belanja Pemerintah pada sektor prioritas dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sektor prioritas tersebut meliputi sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,4% dari total ULN Pemerintah), sektor jasa pendidikan (16,3%), sektor konstruksi (16,2%), sektor jasa keuangan dan asuransi (12,8%), dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,6%).


Kemudian untuk ULN swasta tumbuh 5,9% dipengaruhi oleh perlambatan ULN bukan lembaga keuangan di tengah peningkatan ULN lembaga keuangan. Pada Februari 2020, ULN perusahaan bukan lembaga keuangan tumbuh sebesar 6,9% (yoy), melambat dari 7,7% (yoy) pada Januari 2020. Sementara itu, ULN lembaga keuangan tumbuh meningkat dari 0,3% (yoy) pada Januari 2020 menjadi 2,7% (yoy) pada Februari 2020.

Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar, yakni mencapai 77,4% dari total ULN swasta, adalah sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas & udara dingin (LGA), sektor pertambangan & penggalian, dan sektor industri pengolahan.



Simak Video "Blak-Blakan Oscar Darmawan, Kripto Cuma Alternatif Investasi"
[Gambas:Video 20detik]