RI Tekor US$ 2,94 Miliar Dagang dengan China

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 15 Apr 2020 14:15 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut neraca perdagangan Indonesia dengan China selama Januari-Maret tahun ini tekor alias defisit sebesar US$ 2,94 miliar. Angka defisit itu lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 5,18 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, neraca perdagangan Indonesia juga mengalami defisit terhadap Australia dan Thailand.

"Dengan beberapa negara masih defisit. Misalnya Australia defisit, Thailand defisit, dengan Tiongkok defisit 2,9 miliar dolar AS dengan catatan defisit triwulan I ini lebih kecil dibandingkan defisit Januari-Maret 2019 sebesar 5,18 miliar dolar AS," kata Suhariyanto dalam video conference di kantornya, Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Defisit neraca perdagangan dengan Australia selama Januari-Maret 2020 sebesar US$ 562 juta, sedangkan dengan Thailand nilainya sebesar US$ 892 juta.

Khusus dengan China, selama Maret tahun ini nilai impor dari negeri Tirai Bambu mencapai US$ 2,98 miliar atau naik US$ 1,0 miliar. Peningkatan ini, kata pria yang akrab disapa Kecuk ini karena cepatnya pemulihan industri di sana di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

"Untuk negara asal yang mengalami peningkatan terbesar yaitu dari Tiongkok. Karena cepatnya recovery di sana ya, sehingga impor dari Tiongkok ini meningkat USD 1 miliar di Maret 2020," jelas dia.

Meski begitu, neraca perdagangan Indonesia juga ada yang surplus dengan beberapa negara. Seperti dengan Amerika Serikat sebesar US$ 3,0 miliar, dengan India sebesar US$ 1,9 miliar, dan dengan Belanda sebesar US$ 535 juta.

"Dengan negara mana saja kita surplus, dengan AS kita surplus 3 miliar dolar, dengan India kita juga surplus 1,9 miliar dolar, sementara dengan Belanda masih surplus 535 juta dolar," ungkap dia.

Dapat diketahui, neraca perdagangan Indonesia selama Maret 2020 surplus US$ 0,74 miliar atau US$ 743 juta. Hal itu dikarenakan nilai ekspor sebesar US$ 14,09 miliar dan impor sebesar US$ 13,35 miliar.

Sedangkan secara kumulatif atau dari Januari-Maret 2020, neraca perdagangan Indonesia juga masih surplus US$ 2,62 miliar. Hal itu berasal dari nilai ekspor yang mencapai US$ 41,79 miliar dan nilai impor sebesar US$ 39,17 miliar.



Simak Video "Ada Corona, Mendag Sebut Neraca Dagang Surplus USD 13,5 Miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)