Pasar Tanah Abang Tutup, Pabrik Tekstil Mulai Setop Produksi

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 16 Apr 2020 10:48 WIB
Sebagian Pasar Tanah Abang mulai ditutup Jumat (27/3) ini. Penutupan itu dilakukan guna mencegah penyebaran virus Corona.
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Kawasan Pasar Tanah Abang tutup sejak 27 Maret. Pusat grosir terbesar di Asia Tenggara yang menjual tekstil dan produk tekstil (TPT) itu tutup untuk mendukung agar virus Corona (COVID-19) tidak semakin menyebar. Namun hal itu berimbas negatif bagi pabrik-pabrik yang memproduksi TPT.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Tanzil Rakhman menjelaskan barang-barang yang telah diproduksi menumpuk di gudang karena pasar Tanah Abang tutup.

"Ya jelas kita barang numpuk di gudang. Daripada numpuk terus kita setop saja produksi," kata dia saat dihubungi detikcom, Kamis (16/4/2020).

Dia menjelaskan, saat ini pabrik-pabrik tekstil yang masih berproduksi mulai menurunkan kapasitas produksinya hingga 50% karena hasilnya tidak terserap optimal di pasaran.

Jika pabrik tetap dipaksakan memproduksi TPT secara normal, pengusaha tekstil pun bingung harus mengirimkannya ke mana sedangkan permintaan turun.

"Iya. Sekarang kita maksain jalan terus pabrik, ngirimnya ke mana juga percuma," sebutnya.

Padahal jelang Ramadhan biasanya orderan bisa naik hingga 200%. Sayangnya virus Corona membuat orderan malah anjlok hingga 60%.

"(Peningkatan order jelang Ramadhan tahun lalu) ya 200% minimal. (Sekarang penurunannya) ya hampir 60%," tambahnya.



Simak Video "Belum Waktunya Buka, Pedagang Pasar Tanah Abang Ditertibkan Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)