Peternak AS Buang Jutaan Liter Susu Tiap Hari, Ada Apa?

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 16 Apr 2020 14:26 WIB
Untuk mendapatkan susu bermutu, produsen ini merasa perlu membuat peternakan sapi yang terintegrasi dengan pabriknya. Dengan begitu nutrisi dalam susu mereka juga terjaga.
Ilustrasi Foto: Lila
New York -

Pandemi telah memberikan pukulan besar bagi beberapa sektor, dari industri penerbangan, hingga ritel. Kini industri pabrik susu juga mengalami pukulan yang sama akibat krisis virus Corona (COVID-19).

Peternak sapi perah di Amerika Serikat (AS) kini mulai mengalami kelebihan pasokan susu. Hal tesebut diakibatkan penurunan permintaan dari sekolah dan restoran di seluruh AS yang terpaksa tutup guna mencegah penyebaran COVID-19

Akibatnya peternak susu kini membuang pasokan susu mereka. Para peternak di AS dapat membuang antara 2,7 juta dan 3,7 juta liter susu per hari.

Peternakan Darlington Ridge Farms di Wisconsin milik Jim dan Katie DiGangi mengungkapkan bahwa pabrik susu mereka dapat membuang 20.000 liter susu sehari.

Sebelum pandemi COVID-19 melanda tahun lalu harga susu mengalami kenaikan setelah empat tahun sebelumnya mengalami penurunan harga.

Hingga kini harga susu masih tinggi tetapi hal tersebut tak menyelamatkan peternak dari penurunan permintaan, yang kini mengakibatkan banyak peternak mengalami kondisi keuangan yang buruk.

Selain kekhawatiran finansial, ada alasan praktis untuk tetap memerah susu.


Peternak mungkin dapat mengambil langkah untuk mengurangi jumlah susu yang dihasilkan dari setiap sapi atau memusnahkan ternaknya. Namun, hal tersebut akan menyebabkan pasokan susu di seluruh AS berkurang. Sulit bagi produsen susu untuk mengetahui bagaimana kejelasan kondisi krisis ini akan berlanjut.

Produsen susu terbesar di AS, Borden Dairy Co Januari lalu menyatakan kebangkrutan pada pabriknya akibat penurunan permintaan, tidak mampu membayar utang, dan tidak mampu membayar pensiun pada karyawannya.

"Sekitar sepertiga total produksi susu kami masuk ke sekolah dan restoran. Kini semua sekolah dan restoran tutup dan kami kehilangan konsumen cukup besar," kata CEO Borden, Tony Sarsam. Dilansir dari CNN, (16/4/2020).

Federasi Produsen Susu Nasional dan Asosiasi Makanan Susu Internasional memperkirakan bahwa kelebihan pasokan susu peternak di AS ada sekitar 10%.

Federasi meminta Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA) untuk memberikan kompensasi kepada peternak sapi perah untuk susu yang terbuang selama sekitar tiga bulan terakhir.

Selain itu, Federasi juga meminta pemerintah untuk membeli produk susu dan menyumbangkannya kepada orang yang membutuhkan demi mencegah penurunan pendapatan peternak lebih buruk lagi.

Langkah-langkah itu diharapkan dapat membantu menstabilkan sektor produksi susu dan mengurangi pembuangan susu.

Rodenbaugh, dari Dairy Farmers of America, mengatakan akan bekerja sama dengan restoran untuk meningkatkan penggunaan produk susu, misalnya pizza, taco, sandwich harus meningkatkan penggunaan keju di dalamnya.


"Kami juga meminta semua pemasok makanan untuk menambahkan satu ons keju. Tambahkan satu ons keju untuk setiap burger, taco, sandwich. Ini akan membantu produsen susu dalam peningkatan permintaannya dalam produk susu," kata Rodenbaugh.

CFO dan Manajer Operasi Produk Susu Stonyvale Farm, Travis Fogler berharap semua orang yang kini tetap di rumah untuk tidak meninggalkan kebiasaan dalam mengonsumsi susu, dari minum susu, hingga makan sereal pakai susu.

"Saya berharap ketika orang banyak menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga mereka, makan sereal untuk sarapan dan minum susu dapat membantu peningkatan permintaan pada sektor industri susu," kata Fogler.



Simak Video "Margo Utomo, Taman Agrowisata yang Berkembang Pesat, Banyuwangi"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)