Di Tengah Pandemi Corona, Permintaan Jamu Online Asal Malang Meningkat

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Kamis, 16 Apr 2020 18:21 WIB
usaha jamu
Foto: BRI
Jakarta -

Di tengah pandemi Corona, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah di Indonesia berupaya untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan dengan memanfaatkan platform online untuk mendongkrak penjualan dari usahanya.

Salah satu pelaku UMKM tersebut adalah Diana. Seorang wanita penjual jamu asal Malang, Jawa Timur, ini mendapat berkah di tengah pandemi Corona. Usaha yang dirintisnya di awal 2016 adalah membuat jahe instan sebagai minuman herbal yang bisa menghangatkan tubuh.

Ramuan jahe yang awalnya dikonsumsi oleh kerabat dan keluarganya, secara perlahan diminati oleh masyarakat sehingga Diana berkeinginan untuk mengembangkan usaha jamu dari jahe tersebut dengan skala produksi yang lebih besar.

"Awal masih sangat terbatas, seiring dengan banyaknya permintaan, saya terbesit untuk membuka usaha jamu. Namun, saya sadar untuk membuka usaha jamu tentu butuh variasi produk yang lebih banyak lagi," jelas Diana dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2020).

Seiring meningkatnya omzet penjualan, ia pun membutuhkan tambahan modal usaha. Pertengahan 2016, wanita 41 tahun ini memutuskan untuk menjadi nasabah Bank BRI dan mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Setelah itu, Diana mulai meningkatkan produksi jamu dari rata-rata produksi 2-3 kg dalam seminggu menjadi 5-10 kg per hari.

Jamu yang diproduksi pun diberi label Vio Link. Beberapa varian Vio Link yang dipasarkan bervariasi seperti Jahe Emprit, Temulawak, Manisan Jahe, Manisan Kencur, Black Garlic dan produk tambahan di luar jahe yaitu Bawang Hitam.

"Saya memperluas penjualan dengan sistem reseller. Ada yang membeli jamu saya dan mereka menjual lagi. Tidak hanya di kota Malang, tetapi juga ke Balikpapan, Pontianak, Bangkalan. Bahkan sekarang ada yang membawa ke luar negeri seperti Hong Kong, US dan Arab Saudi," ungkapnya.

Perlahan tapi pasti, jamu Vio Link mulai dikenal masyarakat. Pada akhir 2018, Diana memutuskan untuk memasarkan jamunya melalui e-commerce dengan ikut bergabung ke Indonesia Mall, yang merupakan platform e-commerce yang dimiliki oleh Bank BRI.

"Penjualan Saya naik pesat, tiap hari permintaan jamu selalu ada. Melalui Indonesia Mall, masyarakat semakin banyak yang mengenal jamu Vio Link," katanya.

Ia mengaku di tengah pandemi Corona, jamu Vio Link mendapat banyak permintaan baik di Kota Malang maupun di beberapa kota lain di Indonesia. Meskipun demikian, ia juga memiliki cerita duka di tengan wabah Corona. Ia mengatakan di tengah kondisi pandemi virus ini bahan baku pembuatan jahe menjadi langka dan mahal di pasar. Ongkos produksi yang naik juga mempengaruhi kemampuan produksinya.

Selain menghabiskan waktu untuk memproduksi dan memasarkan jamu Vio Link, Diana aktif memberikan penyuluhan tentang khasiat jamu bagi kesehatan serta memberikan pelatihan tentang pembuatan jamu di desa-desa di sekitar Kota Malang. Ia berharap usaha yang sudah dirintis dan tengah dijalani ini bisa terus berkembang pesat dan bisa bermanfaat bagi orang banyak.

"Harapannya usaha saya bisa berkembang lagi dan punya tempat produksi jamu yang lebih besar, tertata bagus, dan jaringan pemasaran yang lebih luas dibandingkan sekarang," tutupnya.



Simak Video "Jamu Pinang Peningkat Stamina, Pamekasan"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)