Penyelundupan Ban Diperkirakan Capai 1,2 Juta/tahun

Penyelundupan Ban Diperkirakan Capai 1,2 Juta/tahun

- detikFinance
Selasa, 13 Des 2005 17:48 WIB
Jakarta - Penyelundupan ban ditengarai mencapai 700 ribu hingga 1,2 juta per tahun. Ban-ban selundupan itu masuk dari Batam, Tanjung Balai dan Dumai dengan modus operandi diturunkan di tengah laut lalu diteruskan ke darat menggunakan kapal tongkang.Angka tersebut merupakan merupakan 10 persen dari kebutuhan nasional sebesar 11-12 juta buah per tahun.Hal tersebut diungkapkan Ketua asosiasi perusahaan Ban Indonesia (APBI) Azis Pane disela-sela seminar standarisasi dalam rangka perlindungan global di Hotel borobudur, Jakarta, Rabu (13/12/2005).Ban ilegal tersebut ada yang merupakan ban bekas singapura sehingga dijual murah. Ban-ban di Singapura umumnya daya pakainya 3 tahun. Dan setelah 4-5 tahun, ban-ban tersebut sudah kadaluarsa dan berbahaya jika digunakan bahkan bisa meledak. Dan jika terkena lumpur, maka warnanya akan berubah menjadi biru.Untuk itu, Azis meminta salah satu syarat dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah ban yang tidak expired mengingat dalam pemberlakuan SNI pada 23 Maret 2006 yang paling siap adalah ban."Kalau tidak ada standar dan beredar kasihan konsumen. Seharusnya sanksinya ditarik dari peredaran dan pelakunya dihukum pidana dicabut izin usahanya," kata Azis.Penjualan Ban Anjlok Azis juga memperkirakan, penjualan ban pada tahun 2006 akan anjlok karena naiknya harga BBM dan daya beli merosot. Penjualan ban sudah terlihat turun sejak September.Untuk penjualan ban pada tahun 2005 diperkirakan mencapai 36 juta buah dan tahun 2006 ditargetkan 40 juta buah. Namun dengan melihat kondisi saat ini, jika angka penjualan tahun 2006 sudah menyamai angka tahun 2005 sudah dianggap bagus. "Ban-ban impor menggangu sekali karena biaya produksi sudah naik. Bahan baku masih impor kontrak 3-6 bulan masih pakai kurs Rp 10.000 per dolar AS. Dikalkulasikan ongkos produksi dengan untung 3-5 persen harganya 250 ribu sedangkan ban impor harga cuma 200 ribu. Ya habislah kita," ujar Azis.Azis mengakui, sebenarnya prospek produksi ban tahun 2006 baik. Namun kenaikan harga BBM, biaya produksi naik. Penjualan ban terbesar saat ini di ban mobil dan motor. Untuk motor produksi mencapai 26 juta buah. Angka tersebut bisa meningkat pada tahun 2006 bila terjadi peningkatan permintaan otomotif. Untuk ban roda empat produksi bisa mencapai 32-35 juta dan roda dua bisa 27-30 juta. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads