Setengah Miliar Orang Diprediksi Jatuh Miskin, RI Harus Waspada!

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 18 Apr 2020 12:15 WIB
Ilustrasi Corona
Foto: Ilustrasi Corona

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah mengatakan potensi peningkatan jumlah orang miskin dikarenakan bertambahnya angka pengangguran di Indonesia.

Dalam risetnya, CORE Indonesia memprediksi ada tambahan jumlah angka pengangguran terbuka mulai dari 4,25 juta orang sampai 9,35 juta orang. Tambahan tersebut berdasarkan skenario yang dibuat oleh lembaga riset ini. Penambahan ini akan terjadi di kuartal II-2020.

Pada skenario ringan, ada tambahan 4,25 juta orang pengangguran di mana 3,4 juta orang berada di Pulau Jawa, dengan asumsi penyebaran COVID-19 semakin luas pada Mei 2020 tetapi tidak sampai memburuk karena kebijakan PSBB hanya diterapkan di wilayah tertentu di Pulau Jawa dan satu dua kota di luar Jawa.

Pada skenario sedang, ada tambahan 6,68 juta orang pengangguran di mana 5,06 juta orang berada di Pulau Jawa, dengan asumsi penyebaran COVID-19 lebih luas dan kebijakan PSBB diberlakukan luas di banyak wilayah di Pulau Jawa dan beberapa kota di luar Jawa.


Pada skenario berat, ada tambahan 9,35 juta orang pengangguran di mana 6,94 juta orang berada di Pulau Jawa, dengan asumsi penyebaran COVID-19 tak terbendung lagi dan kebijakan PSBB diberlakukan secara luas baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa, dengan standar yang sangat ketat.

"Lonjakan pengangguran ini akan mendorong peningkatan angka kemiskinan. Mereka yang tadinya masuk kelompok hampir miskin, mendekati miskin, sangat besar kemungkinannya jatuh ke kelompok miskin. Sementara yang sudah miskin akan menjadi sangat miskin," ungkap Piter.


(hek/hns)