'Obat' Antimiskin Perlu Ditambah demi Tahan Imbas Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 18 Apr 2020 13:40 WIB
Tingkat kemiskinan Indonesia disebut mengalami penurunan yang berarti. Meski begitu bukan berarti upaya untuk mengentaskan kemiskinan telah selesai dilakukan.
Ilustrasi kemiskinan/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah harus melakukan beberapa langkah demi menekan lonjakan angka kemiskinan di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Menurut prediksi lembaga riset nirlaba asal Inggris, Oxfam, diprediksi ada setengah miliar penduduk dunia jatuh ke jurang kemiskinan.

Merespons hal itu, Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad mengatakan upaya yang harus dilakukan pemerintah adalah meningkatkan porsi anggaran bantuan sosial (bansos) khususnya bagi kelompok miskin dan masyarakat yang ekonominya terdampak.

"Saya kira meningkatkan porsi bantuan sosial yang sekarang hanya sebesar 27,1%, setidaknya di atas 40%," kata Tauhid kepada detikcom, Jakarta, Sabtu (18/4/2020).

Peningkatan anggaran bansos, dikatakan Tauhid karena masih banyak alokasi insentif perekonomian yang belum jelas peruntukannya. Upaya selanjutnya yang bisa dilakukan adalah mengintegrasikan seluruh program bansos yang diberikan pemerintah.

"Ini bisa dilakukan dalam penyatuan basis data kemiskinan, UMKM, korban PHK, dan sebagainya," ujarnya.


Kemudian, kata Tauhid, pemerintah juga bisa merubah sistem penyaluran bansos menjadi satu saluran dari yang saat ini masih di masing-masing kementerian/lembaga (K/L).

Upaya selanjutnya yang dilakukan oleh para dunia usaha, yaitu mencegah sedini mungkin pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Mencegah sedini mungkin gelombang PHK besar-besaran. Ini harus dilakukan oleh dunia usaha," ungkapnya.



Simak Video "Mahfud Md: Ada Pandemi, Angka Orang Miskin Naik Jadi 9,7%"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)

Tag Terpopuler