Brasil Lunasi Utang ke IMF Senilai US$ 15,5 Miliar
Rabu, 14 Des 2005 09:50 WIB
Jakarta - Merekahnya perekonomian Brasil membuat cadangan devisa negara ini semakin gemuk. Negara Samba ini pun akan melunasi utang senilai US$ 15,5 miliar kepada IMF akhir Desember 2005. Pelunasan utang itu berarti lebih maju 2 tahun dari jadwal dan membuat Brasil berhemat sekitar US$ 900 juta dari pembayaran bunga utang. Demikian diberitakan AFP, Rabu (14/12/2005).Menteri Keuangan Brasil Antonio Palocci mengatakan, pembayaran utang itu akan diambil dari cadangan devisa sudah semakin sehat. Cadangan devisa Brasil tercatat sudah naik dari US$ 14 miliar dari tahun 2003 menjadi sekitar US$ 66,7 miliar pada saat ini. Palocci mengaku Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva telah menerima rekomendasi darinya dan juga Gubernur Bank Sentral Brasil Henrique Meirelles untuk membayar seluruh utangnya ke IMF pada akhir tahun 2005.Direktur Pelaksana IMF Rodrigo Rato menyambut baik rencana Brasil ini. "Keputusan tersebut merefleksikan pertumbuhan yang kuat dari posisi eksternal Brasil, terutama yang pokok adalah berlanjutnya surplus neraca berjalan dan perdagangan serta arus modal yang kuat. Hal itu telah membuat cadangan devisa Brasil terus meningkat dan mengurangi utang luar negerinya," ujar Rato.Pada tahun 2002, Brasil mendapat 'uluran tangan' dari IMF sebesar US$ 30,4 miliar, yang merupakan bantuan terbesar dalam sejarah negara Amerika Latin itu. Utang dari IMF itu dimaksudkan untuk menghindari gagal bayar besar-besaran dari utang Brasil saat didera krisis pada masa itu.Total kredit dari kreditor asing Brasil mencapai US$ 40 miliar pada tahun 2003. Utang itu dimaksudkan untuk membantu transisi ekonomi yang dipelopori oleh Lula.Dari jumlah tersebut, Brasil hanya menarik sekitar US$ 24.6 miliar, dan terus membayar utang seiring terus membaiknya perekonomian. Meski ekonominya membaik, namun Brasil masih menghadapi sejumlah masalah yakni total utang yang mencapai US$ 423 miliar, atau sekitar 51 persen PDB. Angka itu berarti turun dibandingkan tahun 2003 sebesar 57,2 persen PDB.
(qom/)











































