Pengusaha Ungkap Biang Kerok Gula Langka di Ritel

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 20 Apr 2020 16:41 WIB
Warga Bondowoso lapor polisi karena menjadi korban penipuan hingga Rp 1,6 miliar. Penipuan tersebut dilakukan oleh sepasang suami istri.
Foto: Chuk Shatu Widarsha
Jakarta -

Belakangan kelangkaan gula kembali terjadi terutama di pasar-pasar ritel. Padahal pembelian komoditas ini di pasar ritel sendiri sudah dibatasi secara serius.

Lalu, apa penyebab kelangkaan gula kembali terjadi?

Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengakui adanya kelangkaan gula di pasar ritel. Menurutnya Kepala Satgas Pangan Polri Daniel Tahi Monang Silitonga hal itu terjadi lantaran belum semua gula kristal putih (GKP) didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

"Dari 250.000 ton penugasan dari gula mentah menjadi GKP itu baru 52.000 ton yang sudah didistribusikan ke seluruh wilayah NKRI," ujar Daniel kepada detikcom, Senin (20/4/2020).

Daniel memastikan, pekan ini pemerintah akan menambah jumlah GKP yang akan didistribusikan ke seluruh Indonesia.

"Kita lihat minggu ini akan bertambah sehingga kelangkaan gula di ritel dan pasar dapat ditutupi," sambungnya.

Di sisi lain, peritel punya alasan yang sedikit berbeda. Menurut Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah kelangkaan gula di ritel terjadi karena adanya aturan Harga Eceran Tertinggi (HET). Implementasi aturan tersebut membuat pemasok gula enggan memberi pasokannya kepada pedagang ritel.

"Jadi penyebabnya itu HET. Kalau di kami, di ritel itu diwajibkan menjual dengan harga eceran Rp 12.500, jadi ritel itu kesulitan mencari pemasok. Sebab pemasok yang datang itu sedikit karena harga di pasaran itu tidak ada yang Rp 12.500, artinya HET yang di ritel ini, membuat pemasok keberatan menyuplai atau stoknya terlalu sedikit," ungkap Budihardjo kepada detikcom.

Dalam kondisi seperti ini, Budihardjo berharap pemerintah dapat mencabut aturan tersebut atau setidaknya memberi kelonggaran demi mencegah kelangkaan gula.

"Kalau dari kami pernah bicara, HET itu kan sudah berapa tahun mungkin perlu ditinjau, kalau memang harus dinaikkan ya naikkan saja, perkiraannya naik 10% lah, jadi kami bilang lebih baik begitu daripada barangnya tidak ada, mendingan HET itu dinaikkan sesuai inflasi," pungkasnya.



Simak Video "Dear Pemerintah, Pembuat Gula Aren Purwakarta Minta Bantuan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)