Pemerintah Bangun Pembangkit Listrik Nuklir 2016

Pemerintah Bangun Pembangkit Listrik Nuklir 2016

- detikFinance
Rabu, 14 Des 2005 13:07 WIB
Jakarta - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Muria, Jawa Tengah dipastikan bisa berjalan pada tahun 2016. PLTN ini akan memproduksi pasokan listrik hingga 1.000 mega watt (MW)."Kita sudah siapkan semuanya dan sudah akan jalan pada 2016," kata Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman disela acara workshop Prospek Dunia Usaha dan Potensi Pembiayaan oleh Perbankan di Sektor Batubara dan Energi Terbarukan di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (14/12/2005). Namun saat ini pembangunan PLTN ini masih menghadapi kendala, terutama masalah opini publik terhadap aman tidaknya pembangkit tersebut. Meskipun pihak Kementerian Riset dan Teknologi sudah melakukan sosialisasi, tetap saja masalah keamanan tenaga nuklir ini belum bisa meyakinkan masyarakat."Masyarakat percaya PLTN aman, tapi di satu sisi mereka bilang jangan dibangun di daerah kami, ya gimana lagi," keluh Kadiman.Mengenai pemilihan lokasi PLTN yang ditetapkan di Muria, karena lokasi dan letaknya dinilai strategis dan cocok untuk pembangunan pembangkit itu. Sebenarnya, ungkap Kadiman, Indonesia sudah mengembangkan teknologi nuklir tapi masih terbatas untuk pengembangan isotop dan teknologi pangan. Pengembangan teknologi itu contohnya ada di Serpong, Bandung dan Yogya. "Untuk bahan baku PLTN ini paling tidak kita akan mudah mendapatkannya. Tidak perlu kita buat tapi impor juga banyak," kata Kadiman.Selain PLTN, pemerintah juga tengah fokus mengembangkan Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTB) atau geotermal. Pasalnya, Indonesia adalah sumber panas bumi nomor satu di dunia dengan cadangan energi sampai 27 giga watt, yang tersebar di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara dan Sulawesi. Sayangnya, yang baru dimanfaatkan masih 800 mega watt. Pengembangan PLTP, menurut Kadiman, sangat layak dilakukan baik secara ekonomi maupun teknologinya. Namun pembangunan PLTP juga terkadang masih belum bisa berjalan karena hal-hal yang sifatnya non teknis. "Contohnya di Bali yang terhambat karena kawasan tersebut oleh masyarakat dianggap kawasan suci," tutur Kadiman. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads