Mentan Perintahkan Bulog Serap Seluruh Produksi Padi

Mentan Perintahkan Bulog Serap Seluruh Produksi Padi

- detikFinance
Rabu, 14 Des 2005 14:00 WIB
Jakarta - Menteri Pertanian Anton Apriantono mengaku dirinya telah memerintahkan pada Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyerap seluruh beras produksi dalam negeri mulai 1 Januari 2006."Kita punya keyakinan tidak ada masalah mulai 1 Januari membeli dari dalam negeri secara bertahap. Pada saat musim panen raya beli sebanyak-banyaknya. Kita upayakan tidak mengimpor sepanjang persediaan di dalam negeri cukup," kata Mentan.Hal itu disampaikannya usai peringatan HUT ke-68 LKBN Antara, di Wisma Antara, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Pernyataan tersebut menanggapi rencana Bulog yang akan kembali melakukan impor beras demi menjaga keamanan cadangan nasional selama awal tahun depan.Keputusan pemerintah untuk melakukan impor beras akan dibahas dalam rapat Dewan Ketahanan Pangan tingkat eselon satu pada pekan ini. Sementara rapat untuk pengambilan keputusan digelar Senin (19/12/2005) pekan depan. "Kita sudah punya gambaran awal, beras tersedia di dalam negeri. Kalau ada masalah, baru kita bicarakan kemudian," tambah Anton yang akan memimpin rapat itu. Mentan tidak sependapat dengan prediksi Kabulog Wijanarko Puspoyo yang menyatakan produksi besar nasional pada Desember sampai Februari tidak mampu cukupi kebutuhan nasional. Pasalnya sepanjang bulan itu selain merupakan masa paceklik juga musim hujan.Meski mengakui bulan ini ada penurunan produksi, Mentan menjamin produksi beras dalam negeri cukup untuk mengamankan cadangan nasional. Kekurangan yang ada bisa disokong dengan sisa produksi dari bulan-bulan sebelumnya. "Kalau terjadi kekurangan, sekarang pasokan di Cipinang pasti berkurang. Tapi tidak ada kan? Januari kita coba dulu penuhi dari dalam negeri. Pengalaman tahun lalu juga tak ada masalah," imbuhnya. Dengan keyakinan di atas secara tidak langsung Anton ingin mengatakan bahwa impor beras jilid II belum perlu dilakukan. Pasalnya sejauh ini sama tidak ada indikasi terjadi kelangkaan beras di Pasar Indul Cipinang. Sayangnya, ia tidak berkomentar saat dikonfrontir mengenai mulai merambatnya harga beras di beberapa daerah di luar Jawa. Seperti di Papua, Kaltim, NTT, dan Maluku yang berkisar antara Rp 4.000 sampai Rp 7.000 per kilo. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads