Pasokan Briket Batubara Kritis
Rabu, 14 Des 2005 15:10 WIB
Jakarta -
Bahan baku untuk pembuatan briket batubara pada tahun depan diperkirakan masih akan mengalami kekurangan pasokan seperti tahun ini, yang kebutuhannya tidak dapat dipenuhi oleh suplai yang ada."Ada orang government menyuruh persiapkan 10 juta tungku untuk rumah tangga. Dari mana briketnya? Main asal ngomong saja. Saya pikir Pak Purnomo (Menteri ESDM) tidak pernah bicara seperti itu," ujar Dirjen Mineral Batubara dan panas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Simon Sembiring.Hal itu dicetuskan dia di sela acara workshop prospek dunia usaha dan potensi pembiayaan oleh perbankan di sektor batubara dan energi terbarukan di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (14/12/2005).Menurut Simon, kritisnya pasokan briket batubara akan membuat kebutuhan rumah tangga tidak dapat terpenuhi. Pasalnya, briket batubara masih diutamakan untuk industri kecil dan menengah. Sedangkan penggunaan untuk rumah tangga diperkirakan masih banyak yang belum siap."Kalau untuk rumah tangga kan diperlukan ventilasi khusus di dapur, memang masyarakat sudah siap?" tanyanya.Saat ini kebutuhan briket batubara mencapai 3 juta ton per tahun, sementara suplainya jauh di bawah itu."Demand briket itu tidak dapat dipenuhi suplai tahun ini, dan kita tidak bisa langsung menutupinya. Memangnya bisa apa membuat pabrik briket satu malam," cetus Simon.Mengenai jumlah produksi batubara yang diduga mengalami defisit, Simon dengan tegas membantahnya."Tidak benar mengalami defisit. Produksi batubara kita tahun ini naik 7 persen, tapi hasil lengkapnya akan kita klarifikasi lagi," katanya.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































