Sedih Maksimal! Dirumahkan Tanpa Gaji, Beban Hidup Tetap Tinggi

ADVERTISEMENT

Sedih Maksimal! Dirumahkan Tanpa Gaji, Beban Hidup Tetap Tinggi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 22 Apr 2020 16:31 WIB
Bank Indonesia (BI) dan Bareskrim Polri hari ini memusnahkan 50.087 lembar uang rupiah palsu di kantor BI, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah sudah menggelontorkan bantuan sosial berupa sembako, bantuan langsung tunai kepada 29,3 juta masyarakat yang masuk ke dalam kelompok 40% termiskin di Indonesia, listrik gratis untuk pelanggan PLN 450VA dan diskon 50% untuk 900 VA, Kartu Pra Kerja bagi korban PHK untuk mencegah dampak virus Corona (COVID-19) melebar pada masyarakat.

Ternyata, masih ada kelompok masyarakat yang sudah terdampak Corona, tapi tak memperoleh satu pun bantuan tersebut. Salah satunya seorang pegawai di ritel fesyen berinisial LS yang masuk dalam masyarakat kelas menengah karena memperoleh gaji di atas Rp 10 juta/bulan.

Meski masuk dalam golongan mampu, namun pandemi Corona ini mengubah semuanya. Kini, LS dirumahkan tanpa gaji sebab toko tempatnya bekerja terpaksa tutup karena pemerintah melarang operasional pusat perbelanjaan kecuali untuk supermarket.

"Kami mulai merumahkan satu persatu SPG. Namun keadaan tidak membaik, akhirnya tim head office termasuk saya dirumahkan juga dengan status unpaid leave. Sekarang sudah sebulan saya unpaid leave, dan masih terus sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dan saya terancam tidak mendapatkan THR di bulan Mei nanti," ungkap LS kepada detikcom, Rabu (22/4/2020).

Walaupun sudah termasuk dalam korban yang terdampak Corona, LS tak juga memperoleh bantuan dari pemerintah baik diskon listrik karena ia termasuk pelanggan PLN 1.300 VA; diskon BBM dan keringanan kredit kendaraan bermotor karena bukan driver ojek online (ojol). Sementara, ia mempunyai kewajiban cicilan kredit bank mencapai Rp 7 juta per bulan.

"Cicilan saya saja bisa mencapai Rp 7 juta lebih per bulan, belum termasuk kebutuhan sehari-hari dan bulanan. Dan saya tidak ada pemasukan sama sekali," kata LS.

Ia merasa, pemerintah juga perlu memperhatikan pekerja di sektor formal, tak hanya informal seperti ojol.

"Pekerja-pekerja sektor formal seperti kami juga terdampak, ekonomi dan bisnis tidak bisa bergerak. Bukan hanya driver ojol yang butuh makan dan perlu bertahan hidup," urainya.



Simak Video "99% Warga RI Kebal Covid-19, Kemenkes: Kuncinya Kelengkapan Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT