Lagi Rintis Bisnis Dikritik Pedas Konsumen? Begini Menyikapinya

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 23 Apr 2020 22:53 WIB
Bisnis makanan
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Tak sedikit pekerja yang banting setir berwirausaha di tengah pandemi COVID-19. Tentunya berbisnis bukan tanpa risiko. Ketika konsumen tidak puas misalnya, tentu kritikan akan berdatangan. Bahkan bisa saja kritik pedas yang diberikan. Repotnya lagi jika berjualan online, caci-maki konsumen bisa dilihat siapa saja.

Lantas bagaimana sebaiknya menyikapi hal semacam itu? Pakar marketing Hermawan Kartajaya menyarankan agar kita tidak perlu ambil pusing atas setiap kritik yang diberikan.

"Ya orang kalau di zaman dulu mengkritik kan langsung kepada kita. Sekarang mengkritiknya sakit semua, langsung di social media. Tapi kita harus menyikapi itu dengan bijak karena orang yang mengkritik itu berarti cinta sama kita kan. Anggap saja cinta," kata dia melalui Live IG Tolak Miskin di Instagram @detikcom, Kamis (23/4/2020).

Lalu ketika konsumen menyampaikan keluhan atas produk atau pelayanan yang kita berikan, seperti apa respons yang harus diberikan? Ada baiknya si pelanggan diberikan penjelasan secara baik-baik.

"Bila perlu dikontak langsung 'ya saya terima kasih atas masukannya' tapi kemudian jelasin, ini upaya untuk perbaikan," sebutnya.


Namun terkadang ada saja pelanggan yang ngotot menyalahkan kita sekalipun mereka yang salah. Kalau sudah begitu, ada treatment tersendiri yang bisa dilakukan.

"Kadang-kadang komplain itu lebih banyak yang salah. Customernya salah tapi tetap komplain. Ini zaman normal saja begitu apalagi sekarang (saat pandemi). Kadang-kadang mengada-ada. Kalau mengada-ada ya jangan langsung disikat di situ, tapi kita telpon, minta tolong lah ini begini begini begini, dan cari lah orang lain untuk menjawab dia," ujarnya.

Menurutnya bisa saja kita meminta bantuan pihak lain, misalnya mereka yang bisa memberikan pembelaan (advocacy) positif.

"Advocacy ini yang paling penting sekarang. Kalau ada orang yang positif membela kita ini akan meredam negative advocacy. Itu namanya negative advocacy. Jadi kalau di social media, pakai lah orang lain. Kadang-kadang kita nggak perlu sedih," tambahnya.



Simak Video "Hermawan Kartajaya Ramal Ekonomi RI Kembali Normal di Kuartal Keempat 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)