Ngeri! Begini Ganasnya Dampak Corona bagi Petani Sawit

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 24 Apr 2020 20:30 WIB
Minyak Sawit produksi Indonesia selama ini selalu dijegal oleh berbagai pihak yang salah satunya Eropa. Mulai dari isu kesehatan sampai isu lingkungan.
Foto: dok. GAPKI
Jakarta -

Penyebaran virus Corona (COVID-19) bisa mengancam keberlangsungan pencarian nafkah para petani sawit. Apalagi, jika wabah tersebut berdampak pada operasional pabrik pengolah kelapa sawit, hingga akhirnya tutup.

Senior Advisor Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi) Rukaiyah Rafik memprediksi, apabila dalam 4-6 bulan ke depan virus Corona tak kunjung reda, maka akan banyak pelaku di industri sawit mulai dari petani hingga pabrik yang terancam kehilangan mata pencahariannya.

"Ini tantangan terberat bagi petani, jika pandemi sampai 4-6 bulan ke depan, yang terjadi adalah ekspor akan melambat, tangki penampungan CPO (crude palm oil) akan penuh, dan yang paling buruk adalah pabrik akan tutup," urai Rukaiyah dalam diskusi online Dampak COVID-19 pada Petani dan Buruh Sawit SPKS, Jumat (24/4/2020).

Ia membeberkan, di Kalimantan Tengah (Kalteng) saja sudah ada 2 pabrik yang tutup karena pandemi ini.

"Saya dapat informasi kemarin dari teman-teman RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil), ada 2 pabrik di Kalimantan Tengah yang sudah tutup. Saya tidak tahu apa saja, tapi ini tantangan terberat kalau terjadi lagi di masa depan kalau COVID-19 ini tidak berhenti," jelas Rukaiyah.

Namun, dalam hal ini Rukaiyah menekankan dampak terparah akan dirasakan oleh petani swadaya, yang tak tergabung dalam organisasi petani kelapa sawit mana pun. Pasalnya, petani swadaya merupakan pihak terbelakang terkait dengan antrean serapan sawit dari pabrik.

"Nah bayangkan kalau tangki penampungan penuh, kemudian ekspor melambat, maka yang akan terjadi petani swadaya itu nggak mendapatkan ruang untuk diproses. Ini situasi yang memang paling buruk," tutur dia.

Menurut Rukaiyah, pemerintah harus turun tangan mengantisipasi hal-hal tersebut terjadi atau melebar. Ia mencontohkan, Pemda Kalimantan Timur (Kaltim) sudah memberi instruksi kepada pabrik-pabrik kelapa sawit untuk menyerap sawit dari petani swadaya.

"Kebijakan di Pemda Kaltim itu pabrik harus membeli dari petani swadaya. Nah ini sangat penting menjadi referensi bagi pabrik-pabrik lainnya," pungkasnya.



Simak Video "Manisnya Gula dari Kelapa Sawit, Batubara"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)