Omzet Bisnis Otobus Melayang Rp 15 M di Tengah Larangan Mudik

Soraya Novika - detikFinance
Minggu, 26 Apr 2020 03:00 WIB
Presiden Joko Widodo telah resmi melarang warga untuk mudik, tepatnya dua hari lagi peraturan tersebut akan diterapkan. Bagaimana kondisinya sekarang?
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pemerintah resmi menerapkan aturan larangan mudik lebaran mulai 24 April 2020 kemarin. Akibatnya sejumlah lini bisnis terancam tak dapat beroperasi untuk sementara waktu seperti yang dialami industri transportasi khususnya bisnis otobus.

"Kami stop operasi dan bus parkir di pool," ujar Direktur PT Gunung Harta Transport Solution I Gede Yoyok Santoso kepada detikcom, Sabtu (25/4/2020).

Akibat tidak beroperasinya bisnis tersebut, perusahaan berpotensi kehilangan omzet yang terbilang lumayan besar jumlahnya. Menurut Yoyok, biasanya di saat musim mudik lebaran perusahaannya mampu meraup omzet hingga Rp 15 miliar.

"Intinya tidak bakal ada pendapatan karena stop operasi. Padahal setiap mudik bisa dapat omzet hingga Rp 15 miliar," sambungnya.

Untuk itu, ia berharap adanya bantuan relaksasi dari perbankan yang bisa mengurangi biaya pengeluaran selama tak beroperasi.

"Saat ini kami sedang melakukan pengajuan relaksasi ke perbankan dan leasing. Selain itu, kami harapkan pemerintah bisa mengganti hari raya lebaran dengan hari lain setelah wabah ini selesai," pungkasnya.



Simak Video "Kasus Positif Corona di Jerman Tembus 1 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)