Larangan Mudik Bikin Industri Tekstil Babak Belur hingga Dibayangi PHK

- detikFinance
Minggu, 26 Apr 2020 07:00 WIB
Menteri Perindustrian RI Saleh Husein (kemeja putih) meresmikan dan meninjau pabrik kedua PT Indo Kordsa, Tbk dikawasan Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2014). Pabrik kedua yang diinvestasikan senilai 100 juta U$D berkapasitas 18 kton untuk kain ban dan pabrik dengan kapasitas produksi 14 kton untuk benang polyester. Pabrik ini juga menjadi pabrik terbesar kedua dalam jajaran anak perusahaan Kordsa Global, Turki untuk kategori perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia bahan baku serat ban, polyester, rayon serta benang nylon untuk ban.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Larangan mudik Lebaran tahun 2020 ini mulai berlaku sejak kemarin, Jumat (24/4). Pemerintah juga sudah menginstruksikan agar silaturahmi di Lebaran kali ini juga dilakukan melalui sosial media, video call/conference sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus Corona (COVID-19).

Ternyata, kebijakan tersebut memberikan tamparan keras bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri. Sekretaris Ekskutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Tanzil Rakhman mengungkapkan, tak ada harapan bagi industri TPT untuk bisa mengais pemasukan di Lebaran kali ini.

"Kita sama sekali nggak bisa diharapkan lebaran ini. Jadi memang pasar sudah sepi dari jauh-jauh hari," kata Rizal kepada detikcom, Sabtu (25/4/2020).

Menurunnya permintaan kepada industri TPT menyebabkan pabrik-pabrik tekstil tak memperoleh pemasukan. Bahkan, saat ini produksi anjlok hingga 70%. Padahal, pelaku industri menanggung beban yang besar tiap bulannya. Rizal mengatakan, gempuran Corona terhadap industri TPT ini lebih parah dari krisis moneter di Indonesia pada tahun 1998.

"Saya bilang ini titik nadir, ini lebih parah dari 98. Jadi kami khawatir tidak bisa bertahan sampai habis Lebaran, yang bisa bertahan hanya sedikit sekali," ungkap Rizal.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4


Simak Video "CDC China: Peningkatan Kasus Corona Tak Hanya Gegara Mutasi Virus"
[Gambas:Video 20detik]