Berita Terpopuler Sepekan

RI Rajin Impor Alkes, Ini Biang Keroknya!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 26 Apr 2020 15:00 WIB
Petugas mengujicoba contoh makanan, Rokok dan sterilisasi beragam alat kesehatan di laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta, Selasa (9/2/2016). Dalam sehari BPOM menerima kurang lebih 10 contoh makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik dan jamu untuk dilakukan ujicoba guna menjaga kualitas barang tersebut. Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir pernah mengeluhkan soal impor alat kesehatan yang berlebihan di Indonesia. Bahkan, dia mengungkapkan adanya sindikat mafia dalam industri alat kesehatan di Indonesia.

Hal yang dikeluhkan Erick nampaknya nyata adanya di Indonesia. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Badan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bahlil menyebut 90% alat kesehatan di Indonesia adalah hasil impor.

Bahlil menilai ada pihak yang sengaja bermain-main agar industri alat kesehatan tidak bisa dibangun maksimal di Indonesia. Hal ini berdasarkan pengalamannya selama menjadi pengusaha.

"Menyangkut dengan alat kesehatan, saya setuju sekali. Saya dulu waktu pengusaha 90% alkes kita ini impor. Ini sengaja memang. Dari dulu saya juga salah satu pengusaha tahun 2006, itu main barang ini," kata Bahlil dalam rapat kerja (raker) virtual dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (23/4/2020).

"Aku tahu betul ini barang permainannya bagaimana. Sengaja ini industrinya nggak dibangun," kisahnya.

Bahlil menyebut kini Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan pihaknya untuk mulai mendorong investasi ke sektor alat kesehatan, sehingga pengembangan industrinya bisa berjakan di dalam negeri. Pandemi Corona menurutnya telah membuat banyak pihak menyadari pentingnya hal itu.

BKPM pun mulai membidik sejumlah negara untuk mengembangkan industri alat kesehatan dan bahan baku obat di Indonesia. Investor potensial yang diincar berasal dari Korea Selatan, Amerika Serikat, hingga Jerman.

"Kemarin atas arahan Presiden untuk segera memikirkan, mencari investor yang akan melakukan investasi di bidang alat kesehatan. Kita minta dari Korea, dari Amerika, dari Jerman dan beberapa negara lain. Ini sekarang kita kerjakan," ungkap Bahlil.



Simak Video "Ada Bantuan CT Corp, RSCM Tambah Kapasitas Tangani Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)