Bulan Puasa di Tengah Corona, Stok Beras Aman?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 26 Apr 2020 21:30 WIB
Pedagang beras menggelar dagangannya di Pasar Induk Cipinang, Jakarta. Meski tercatat inflasi 0,20% pada Maret 2018, BPS mencatat ada sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga alias deflasi. Salah satunya adalah beras.
Foto: Selfie Miftahul Jannah
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa stok beras akan aman selama wabah Corona. Setidaknya, hingga Mei neraca beras masih akan surplus berjuta-juta ton.

Dia menjelaskan setidaknya kalau dilihat dari 3 opsi mulai dari pesimis, moderat, hingga optimis jumlah stok beras nasional masih aman. Syahrul memperkirakan dengan opsi pesimis saja stok beras nasional masih menyisakan 6 juta ton hingga akhir Mei.

Syahrul menjelaskan stok beras dari Februari ke Mei 2020 masih ada sekitar 3,5 juta ton. Dengan opsi pesimis, dia mengatakan produksi beras sebesar 11,2 juta ton dan kebutuhan nasional 8,3 juta ton. Maka masih ada 6 juta ton di akhir Mei.

"Kalau opsi pesimis diperkirakan masih ada 6 juta sampai akhir Mei 2020. Bulan puasa dan idulfitri masih terkendali," ucap Syahrul dalam rilis video BNPB, Minggu (26/4/2020).

Sementara untuk opsi moderat dia mengatakan stok beras hingga akhir Mei sebesar 7 juta ton. Dengan asumsi produksi sebesar 11,9 juta ton, ditambah dengan stok 3,5 juta ton, dan perkiraan kebutuhan nasional 7,9 juta ton.

Lalu untuk opsi paling optimis Syahrul memprediksi stok beras masih ada 8 juta ton hingga Mei. Dengan asumsi 3,5 ton stok beras ditambah produksi beras sebesar 12,4 juta ton, dengan prediksi kebutuhan nasional di angka 7,6 juta ton.

"Stok yang ada dan produksi karena puncak panen malah tersedia 8 juta lebih sisanya, itu optimismenya," jelas Syahrul.

Syahrul mengatakan data ini sudah divalidasi di 400 kabupaten. Bahkan dia juga mengatakan sudah melakukan pemantauan lewat satelit.



Simak Video "Corona RI Naik Lagi, Per 22 Januari Tambah 13.632 Kasus"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)