Defisit Terus Membengkak, AS Salahkan Eropa dan Jepang

Defisit Terus Membengkak, AS Salahkan Eropa dan Jepang

- detikFinance
Kamis, 15 Des 2005 10:45 WIB
Jakarta - Defisit perdagangan AS pada Oktober kembali mencatat rekor terbesar sepanjang sejarah sebesar US$ 68,9 miliar. Lonjakan impor minyak dan membanjirnya produk Cina merupakan salah satu pemicunya.Angka defisit itu juga berarti meningkat 4,4 persen dibandingkan defisit perdagangan bulan September. Selain itu juga lebih besar dibandingkan dengan rata-rata perkiraan para analis sebesar US$ 62,8 miliar.Demikian data yang dikeluarkan Departemen Perdagangan AS seperti dikutip dari AFP Kamis (15/12/2005).Defisit perdagangan paling besar adalah dengan Cina yang mencapai US$ 20,5 miliar. Anggota Senat dari Partai Demokrat, John Sprat mendesak pemerintahan Bush segera mengambil langkah terhadap Cina yang dinilai memiliki rezim mata uang yang bisa menciptakan booming ekspor palsu.Menteri Keuangan AS John Snow menuding partner dagang AS sebagai pemicu utama membengkaknya defisit tersebut. Snow mengatakan, faktor yang mendorong membengkaknya defisit adalah kuatnya pertumbuhan ekonomi AS dibandingkan dengan partner dagangnya."Kunci dari semua ini adalah adanya perbedaan yang besar dari tingkat pertumbuhan antara AS dan partner dagang kami, yakni Eropa dan Jepang," kata Snow."Jika negara industri partner dagang bisa tumbuh lebih cepat, maka AS tidak akan mencapai angka defisit sebesar ini," tambah Snow. Untuk itu, AS mendesak agar ada reformasi kebijakan di Eropa dan Jepang untuk mendorong pertumbuhannya, sehingga permintaan termasuk impor barang-barang dari AS semakin besar.Para ekonom khawatir membengkaknya defisit AS akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal IV-2005. Para ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan melambat dibandingkan kuartal III-2005 sebesar 4,3 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads