Imbas Corona, Calon Pekerja ART hingga Suster Membeludak

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 27 Apr 2020 14:01 WIB
Pembantu infal di penampungan sementara jasa penyalur pembantu rumah tangga dan baby sitter Ibu Gito di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (2/8).
Ilustrasi Pembantu
Jakarta -

Pelamar untuk menjadi asisten rumah tangga (ART) hingga suster rumahan meningkat drastis. Dampak dari wabah COVID-19 yang membuat ekonomi melambat dan banyaknya PHK disinyalir menjadi penyebabnya.

Seperti misalnya di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tiara Kasih Bunda. Jumlah pelamar yang masuk ke LPK yang berada di Bogor itu meningkat hingga 40% dari biasanya.

"Memang untuk pekerja karena banyak pengangguran jumlahnya membeludak sebenarnya. Kan pengangguran melonjak, pekerja itu banyak melamar ke sini, butuh kerja. Tapi kita kan ada pembatasan," kata Pemilik LPK Tiara Kasih Bunda Irena saat dihubungi detikcom, Senin (27/4/2020).

Peningkatan itu terjadi dari sisi pelamar. Mereka yang melamar berasal dari berbagai daerah, mulai dari pulau Jawa hingga Lampung.

"Biasanya 2 bulan sebelum Lebaran pekerja itu jual mahal, kita yang cari mereka. Bahkan sampai kita rayu, kita yang jemput ke kampung. Tapi kalau sekarang berbalik," tuturnya.

Dia mencontohkan, biasanya sebelum ada wabah COVID-19 calon pelamar bisa 30 orang dalam 1 bulan. Sementara saat ini bisa mencapai 50 orang calon pekerja yang melamar

Namun Irena menekankan, LPK-nya tidak bisa menampung seluruh pekerja yang melamar itu. Sebab LPK Tiara Kasih Bunda menerapkan protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pemerintah.

Dia membatasi jumlah pekerja yang ada di tempat pelatihannya yakni 3 orang per ruangan. Jadi ketika tempat pelatihannya penuh dia belum menerima calon pekerja yang melamar.

"Jadi kami membuat semacam antrian. Kalau yang ada di sini sudah dikirim baru kita terima lagi," tuturnya.

Irena juga menerapkan beberapa persyaratan bagi pekerjanya. Misalnya calon pekerja harus melakukan tes kesehatan dasar di puskesmas.

Lalu selain data pribadi seperti KTP dan surat izin keluarga, calon pekerja juga diwajibkan mengisi data pribadi sesuai protokol kesehatan. Seperti apakah daerah asalnya zona merah atau pernah berkunjung ke zona merah.

"Lalu kalau sudah sampai di kantor tidak boleh sentuh apapun. Langsung ke belakang, dia mandi, barangnya kita semprot desinfektan baru proses rekrutmen," tuturnya.

LPK Tiara Kasih Bunda sendiri menyalurkan pekerja seperti ART dan suster rumahan. Selain menyalurkan pekerja secara permanen, LPK ini juga setiap tahunnya menyediakan pekerja infal Lebaran.

Irena mengakui dari sisi permintaan agak mengalami penurunan. Dia menilai banyak dari pengguna jasa yang khawatir atas wabah COVID-19. Namun setidaknya setiap harinya masih ada pengiriman untuk pekerja permanen.

"Jadi dari customer permintaan ya masih jalan, kalau turun sekali nggak. Hampir setiap hari ada pengiriman pekerja," tutupnya.



Simak Video "Keren! 3 Seniman Video Mapping Indonesia Lolos Tokyo Light Festival"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)