5 Tips Selamatkan Bisnis dari Kerugian Imbas Corona

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 28 Apr 2020 11:18 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Wabah COVID-19 telah memberikan dampak yang cukup besar bagi dunia usaha. Perekonomian begitu lambat lantaran wabah ini membatasi aktivitas sosial dan ekonomi.

Wabah ini juga menghantam seluruh sektor dunia usaha, mulai dari perusahaan besar hingga level UMKM. Kondisi ini tentu berbeda dengan krisis yang terjadi di tahun sebelumnya, bahwa UMKM kebal dan menjadi pendorong pulihnya roda perekonomian.

Selain itu, kondisi ini juga belum jelas kapan akan berakhir. Oleh karena itu dibutuhkan strategi untuk meminimalisir kerugian yang terjadi. Berikut 5 tips dari Adira Insurance untuk menyelamatkan bisnis Anda:

1. Periksa Kondisi Keuangan

Tidak ada yang bisa memastikan kapan wabah COVID-19 ini akan berakhir. Lakukan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi keuangan bisnis Anda. Hal yang perlu Anda pastikan terlebih dahulu adalah posisi likuiditas bisnis Anda. Likuiditas adalah sejumlah dana atau asset likuid yang dapat dengan cepat Anda gunakan untuk membayar kewajiban jangka pendek termasuk untuk keperluan dalam keadaan darurat (emergency fund). Anda harus memastikan seberapa besar likuiditas yang Anda miliki dan seberapa lama likuiditas tersebut dapat menghidupi bisnis Anda.

2. Periksa Status Aset dan Utang

Dalam kondisi seperti ini, Anda pasti akan mengukur kemampuan usaha Anda mampu bertahan dalam kondisi sulit. Buatlah rincian yang mencakup jumlah asset dan jumlah hutang Anda. Kemudian, kurangi jumlah asset dengan jumlah hutang Anda. Dengan begitu, Anda dapat memproyeksikan keberlangsungan usaha Anda. Perlu diingat bahwa salah satu dukungan pemerintah untuk UMKM saat ini adalah program restrukturisasi pinjaman untuk membantu meringankan dampak wabah COVID-19 terhadap bisnis Anda. Hal ini dapat menjadi solusi apabila kondisi keuangan bisnis mengalami gangguan signifikan.

3. Buatlah Business Plan Baru

Sebagai pelaku usaha, Anda harus selalu dapat mengantisipasi dan beradaptasi terhadap perubahan atau risiko yang mungkin terjadi pada bisnis Anda. Setelah Anda dapat memproyeksikan keberlangsungan usaha Anda. Buatlah business plan baru yang memuat strategi pemasaran, strategi distribusi, sistem permodalan dan pola pengeluaran. Dengan begitu, Anda dapat meningkatkan kemampuan usaha Anda untuk bertahan saat kondisi keuangan sulit. Anda dapat mencoba menerapkan strategi digital marketing untuk menghemat budget promosi dan strategi distribusi untuk memperluas jangkauan bisnis Anda.

4. Catat Pola Pengeluaran

Pengeluaran sendiri terbagi menjadi 4 pos yaitu primer berkaitan dengan biaya operasional, kewajiban berkaitan dengan upah atau gaji pekerja, sekunder, dan investasi. Tandai beberapa pengeluaran sekunder dan alihkan pengalokasian pengeluaran tersebut untuk modal tambahan atau investasi.

5. Lakukan Manajemen Risiko

Guna merumuskan strategi untuk menghadapi potensi kerugian yang mungkin terjadi akibat risiko bisnis, pertama-tama Anda harus menganalisa risiko apa saja yang mungkin terjadi pada bisnis Anda. Adapun beberapa strategi manajemen risiko antara lain menanggung sendiri kerugian yang mungkin disebabkan oleh sebuah risiko, menghindari risiko, mengurangi potensi risiko dan yang terakhir adalah mengalihkan pengelolaan risiko dan kerugian yang mungkin timbul kepada pihak kedua.



Simak Video "Satgas Ungkap Efek Libur Panjang Terhadap Kasus Corona di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)