Ini Alasan Pemerintah Gaet GoPay cs di Kartu Pra Kerja

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 28 Apr 2020 13:16 WIB
Capres Jokowi saat memamerkan KIP Kuliah, Kartu Pra-Kerja, dan Kartu Sembako Murah
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Pemerintah memilih sistem nontunai untuk memberikan ongkos Kartu Pra Kerja. Setidaknya saat ini ada OVO, GoPay, LinkAja, dan BNI yang telah resmi menjadi mitra pembayaran.

Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kemenko Perekonomian, Gede Edy Prasetya mengatakan dipilihnya sistem nontunai dalam program Kartu Pra Kerja untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

"Di samping melayani Kartu Pra Kerja, juga meningkatkan inklusi keuangan. Dari mitra ini inklusi bisa naik," kata Gede melalui telekonferensi, Selasa (28/4/2020).

Dengan ongkos dikirim lewat digital, diharapkan peserta tidak menghabiskannya secara keseluruhan. Peserta Kartu Pra Kerja didorong bisa menyisihkan sebagian insentif yang didapat untuk ditabung sebagai modal usaha.

"Kalau masyarakat mengakses lewat keuangan lembaga formal dia bisa menabung. Di masa pandemi ini menabung adalah menjadi hal yang utama. Kami berharap penerima Kartu Pra Kerja bijaksana menggunakan dana dan dana yang disediakan tidak habis untuk konsumtif tapi bisa digunakan sebagai modal mengembangkan usaha mereka setelah mendapatkan bantuan dari pemerintah," ujarnya.

Terlebih dengan adanya pandemi virus Corona (COVID-19), transaksi secara digital dianggap dapat meminimalisir penyebaran virus tersebut.

"Pembayaran cash relatif menjadi transmisi penularan sehingga meminimalisir risiko COVID-19 melalui pembayaran digital. Dengan pembayaran digital berharap bisa mendukung masyarakat untuk bisa melakukan transaksi secara aman," ucapnya.



Simak Video "Program Prakerja Diperpanjang hingga Semester II 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)