Wapres: Pemerintah Tak Mau Ambil Risiko Soal Beras
Kamis, 15 Des 2005 14:30 WIB
Jakarta - Meski tidak secara gamblang menyepakati rencana impor beras, namun Wapres Jusuf Kalla menegaskan bahwa pemerintah harus mempertahankan ketersedian cadangan beras nasional. Pemerintah tidak mau ambil risiko sekecil apa pun menyangkut pemenuhan kebutuhan pangan rakyat."Pemerintah tidak mau ambil risiko. Kita harus punya stok penyangga," ujar Kalla pada wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (15/12/2005).Kalla mengingatkan, setiap waktu bisa terjadi kejadian buruk yang mempengaruhi cadangan pangan nasional. Seperti gempa bumi, gagal panen raya atau bencana lainnya yang membutuhkan suplai beras dalam jumlah besar secara cepat."Kalau terjadi bencana alam sehingga kita kekurangan secara tiba-tiba, bayangkan masalahnya. Kita tidak mau terulang seperti itu," tandasnya.Keputusan jadi tidaknya dilakukan import beras gelombang II, sangat ditentukan oleh cadangan beras Bulog. Yang pasti jumlahnya tidak boleh kurang dari batas aman 1,1 juta ton.Namun saat ditanya apakah dirinya menyetujui rencana impor beras Bulog, Kalla menyatakan bahwa masalah itu baru akan diputuskan dalam rapat Dewan Ketahanan Pangan pada Senin (19/12/2005) pekan depan.
(qom/)











































