Gegara Corona, Toko Ritel Pakai WhatsApp Buat Jualan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 28 Apr 2020 17:05 WIB
Belanja online
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) mencatatkan adanya perubahan pola bisnis pada toko ritel modern. Di tengah virus Corona seperti ini, menurutnya banyak toko ritel yang mulai merambah penjualan secara online.

Waketum Aprindo Fernando Repi menyatakan bahwa banyak toko ritel mengadaptasi penjualan lintas channel alias omnichannel. Di satu sisi mempertahankan toko fisik, di sisi lain mulai merambah penjualan online.

"Industri ritel memang sedang mengubah pola bisnis kami berusaha adaptasi penjualan omnichannel. Nah sekarang malah nggak ada yang tahu, tiba-tiba sekarang malah ada pandemi jadi makin intens," ungkap Fernando dalam Industry Roundtable Markplus, Selasa (28/4/2020).

Fernando mengatakan berbagai cara dilakukan untuk mengambil pangsa pasar online. Mulai dari bergabung dengan beberapa e-commerce besar hingga membuat gerai online sendiri. Paling ekstrim bahkan menawarkan belanja lewat chat WhatsApp.

"Banyak yang dilakukan anggota kita, bergabung dengan e-commerce bahkan bikin gerai sendiri. Ini makin kelihatan semenjak COVID beberapa anggota kami bahkan jualan lewat WA chat," ungkap Fernando.

Tak main-main, bahkan beberapa toko ritel besar pun menggunakan WhatsApp chat untuk berhubungan dengan pelanggannya. Fernando mengatakan cara tersebut bisa lebih cepat menyentuh pelanggan.

"Hypermart, Transmart, hingga Superindo saja pakai WhatsApp, mereka alasannya itu biar cepat untuk trigger ke masyarakat. Kalau aplikasi itu sulit download dan sebagainya," jelas Fernando.

Fernando mengatakan bahwa kini penjualan online sudah naik 5%. Meski begitu kontribusinya belum terlalu besar terhadap perusahaan.

"Penjualan online naik 5%, hanya saja kontribusinya baru cuma 8% dari penjualan kita," kata Fernando.



Simak Video "Lord & Taylor Bangkrut Dihantam Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)