Panic Buying Nyata, Corona Bikin Pembelian Bahan Pokok Naik 350%

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 28 Apr 2020 17:15 WIB
Panic buying... as shoppers going round for their daily essentials at local supermarket in Bayan Baru, Penang.

Starpic By: ZAINUDIN AHAD/The Star / 11 Mac 202
Ilustrasi/Foto: The Star/SYSTEM
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) memaksa mereka yang berjualan harus beralih ke online agar tak kehilangan pendapatan. Hal itu berdampak adanya lonjakan tajam dari penjualan melalui e-commerce.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki mengatakan ada beberapa sektor yang diuntungkan dengan adanya pandemi. Beberapa sektor ini mengalami peningkatan transaksi, salah satunya produk-produk kesehatan yang peningkatannya mencapai 90%.

"Dari data yang kami peroleh, tren peningkatan transaksi produk selama pandemi di beberapa platform online antara lain produk hobi outdoor dan indoor atau game dan perlengkapan olahraga ini naik 70%. Produk kesehatan masker, sanitizer, termometer juga naik 90%," kata Teten yang dikutip melalui akun YouTube BNPB, Selasa (28/4/2020).

Selain itu, adanya larangan aktivitas di luar juga membuat pembelian produk bahan pokok melonjak 350%. Penjualan makanan dan minuman herbal juga meningkat 200%.

"Produk makanan dan minuman herbal atau instant naik 200% dan produk bahan pokok juga naik hingga 350%. Ini sumbernya dari BukaLapak," ujar Teten.

Teten menjelaskan, UMKM merupakan salah satu sektor yang paling terdampak pandemi ini. Melalui online lah solusi baginya untuk tetap bisa menjalankan usaha.

"E-commerce atau penjualan online sekarang merupakan sebuah solusi bagi UMKM yang masih bisa menjalankan usahanya untuk tetap dapat memasarkan produknya sesuai protokol pencegahan COVID-19," imbuhnya.



Simak Video "Imbauan Timbun Makanan China, Dikira Warga Taiwan Terkait Perang"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)