Jumlah Pedagang Online Melonjak 250% Selama Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 28 Apr 2020 17:55 WIB
PT. Pos Indonesia mengalami lonjakan pengiriman barang jenis perdagangan elektronik (e-Commerce) sebesar 40 persen menjelang Natal 2016.
Ilustrasi/Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

Adanya virus Corona (COVID-19) tak melulu berdampak negatif. Pandemi ini membuat masyarakat berbondong-bondong aktif berjualan lewat e-commerce, baik pemain lama maupun baru.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki mengatakan terjadi lonjakan akun baru di e-commerce yang menjual berbagai produk. Khusus akun yang menjual produk kesehatan, lonjakannya mencapai 250%.

"Terjadi peningkatan jumlah pembuatan akun baru. Khususnya akun yang menjual produk-produk kesehatan seperti masker, hand sanitizer dan vitamin meningkat hingga 250%. Ini data dari Tokopedia," kata Teten dikutip melalui akun YouTube BNPB, Selasa (28/4/2020).

Peningkatan ini membuktikan keberadaan e-commerce sangat efektif selama masa pandemi. Teten menjelaskan, ada beberapa sektor bisnis yang diuntungkan dengan adanya pandemi ini. Sektor tersebut yakni produk-produk herbal yang baik untuk kesehatan, hingga produk frozen food yang mudah diolah.

"Jadi permintaan terhadap produk-produk yang siap olah, praktis itu sekarang banyak UMKM memproduksi makanan frozen, makanan kaleng yang tinggal dipanaskan," ucapnya.

Teten berharap adanya pandemi ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk beralih ke digital. Tak lupa ia juga mengajak masyarakat untuk membeli produk-produk dalam negeri guna membantu perekonomian agar tetap berjalan.

"Solidaritas sosial, empati terhadap yang terdampak saat ini sangat dibutuhkan. Saya berharap pandemi COVID-19 dapat menjadi momentum bagi pelaku koperasi dan UMKM untuk membuktikan bahwa produk-produk dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional," imbuhnya.



Simak Video "Waspada! Tingkat Keterisian RS Covid-19 Kini Naik 25 Persen "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)