Sedih! Ribuan Sopir Bus Terpaksa Dirumahkan

Jauh Hari Wawan - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2020 14:38 WIB
Suasana Terminal Bus Ir Soekarno Klaten, Minggu (5/4/2020) siang
Foto: Acmad Syauqi/detikcom
Yogyakarta -

Bisnis angkutan penumpang terpukul gara-gara merebaknya Corona. Apalagi ditambah dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan larangan mudik.

Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY V Hananto mengatakan hingga saat ini sudah ada ribuan driver dan co driver yang dirumahkan.

"Untuk angkutan wisata 2.100 orang dirumahkan, AKAP 350 orang, untuk taksi ada 800 an orang yang dirumahkan. Tapi bagi kami itu dirumahkan sementara," kata Hananto saat dihubungi wartawan, Rabu (29/4/2020).

Hananto menjelaskan, untuk operasional angkutan pariwisata sudah disetop total mulai 15 Maret 2020. Sedangkan untuk AKAP mulai berhenti beroperasi sejak 24 April atau semenjak larangan mudik diberlakukan.

Langkah tersebut diambil demi mencegah risiko tertular Corona. Selama Corona penurunan omzet di sektor angkutan pariwisata mencapai 100%.

Sementara untuk AKAP kendati masih sempat beroperasi namun biaya operasional yang dikeluarkan terlalu tinggi.

"Kalau di pariwisata penurunannya 100 persen kalau stop operasi kan omzetnya nol. Kalau AKAP masih ada sampai 24 April, tapi ya biaya operasi dan penghasilan tidak sebanding," tuturnya.

Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Melihat Fasilitas Bus Ramah Difabel"
[Gambas:Video 20detik]