Tak Jadi Demo, Buruh Minta Diliburkan dengan Gaji dan THR Full

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2020 16:03 WIB
Ilustrasi THR
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkapkan bahwa masih banyak buruh yang masih bekerja aktif di lapangan selama pandemi Corona. Akibatnya, banyak pula buruh yang positif virus Corona bahkan sampai meninggal dunia.

"Sudah banyak yang kena COVID-19 seperti di Denso Indonesia, PT Eds Manufacturing Indonesia (PEMI), kemudian di Jakarta, Yamaha Music, itu perusahaan-perusahaan raksasa, sudah pada kena COVID-19 dan meninggal buruhnya," ujar Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers bertajuk MPBI Soal Omnibus Law dan May Day 2020, Rabu (29/4/2020).

Untuk itu, meski tak jadi menggelar demo turun ke jalan pada peringatan May Day per 1 Mei 2020 mendatang, pihaknya tetap menuntut pemerintah agar tegas meliburkan para buruh tersebur.Akan tetapi, ia juga berharap agar buruh yang diliburkan tersebut tetap digaji penuh demi bertahan hidup dan menjaga daya beli.

"Liburkan buruh, coba dicari solusinya liburkan buruh dengan dibayar upah penuh dan THR penuh," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, biasanya setiap perayaan May Day para buruh kompak turun ke jalan menjalankan demo dengan menyuarakan aspirasinya terkait isu-isu tententu yang tentunya berkenaan dengan hak buruh. Kali ini, para serikat buruh dari KSPI, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) sepakat untuk tidak menggelar aksi turun ke jalan.

Alasannya untuk mengapresiasi kerja keras pemerintah dan tim medis yang telah berjuang melawan virus Corona. Meski demikian para buruh tetap menggelar aksi lain selain demo ke jalan yakni dengan mengadakan bakti sosial, penggalangan dana dan kampanye di media sosial.



Simak Video "Protes THR Dicicil, Ribuan Buruh Pabrik di Subang Mogok Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)