Kritik Lion Air Jual Tiket, Anggota DPR Curiga Ada Kongkalikong

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2020 19:15 WIB
Anggota Fraksi Gerindra Andre Rosiade/Dok Istimewa
Foto: Anggota Fraksi Gerindra Andre Rosiade/Dok Istimewa
Jakarta -

Anggota Komisi VI Fraksi Gerindra Andre Rosiade menyoroti maskapai Lion Air yang kembali menjual tiket komersial untuk 3 Mei 2020. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan larangan mudik yang kemudian ditindaklanjuti dengan keluarnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 mulai 24 April sampai Lebaran.

"Ini aneh, Lion Air sudah mulai menjual tiket melalui Traveloka dan aplikasi pejualan tiket lainnya untuk penerbangan 3 Mei 2020. Padahal, saat itu masih tercantum larangan mudik dari pemerintah. Yang ada saat itu hanyalah penerbangan kargo, bukan penerbangan komersil seperti Lion Air," kata Andre dalam keterangannya, Rabu (29/4/2020).

Menurut Andre penjualan tiket ini menunjukkan tidak ada ketegasan dari pemerintah dan sangat membingungkan masyarakat. Sebab, satu sisi dilarang mudik dengan aturan dan imbauan yang masif, sementara di sisi lain ada maskapai swasta yang telah menjual tiket.

Ia pun curiga adanya orang dalam yang membocorkan informasi akan adanya perubahan aturan soal mudik.

"Apa mungkin ada orang dalam yang membocorkan informasi akan ada perubahan aturan soal larangan mudik ini kepada Lion Air? Sedangkan Garuda Indonesia sebagai maskapai resmi Indonesia saja belum berani menjual tiket dan meng-off-kan penerbangannya. Kami minta Presiden Jokowi segera tanyakan ini kepada Menteri Perhubungan, apakah memang ada perubahan peraturan?" katanya.


Andre mengingatkan, Garuda Indonesia adalah satu-satunya maskapai penerbangan nasional yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

"Kalau memang ada aturan resminya, baiknya disampaikan ke Garuda. Jangan sampai merugikan Garuda yang harusnya kita bina bersama," tambahnya.

Pemerintah, kata Andre, harus memberikan keterangan resmi kepada masyarakat dan juga maskapai agar informasi tidak simpang siur.

"Kan aneh, kalau Lion Air sudah jualan tiket, sementara Garuda tidak. Pemerintah harus berjelas-jelas," tutupnya.



Simak Video "Lion Air Buka Suara Terkait Pengurangan Tenaga Kerja 2.600 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/hns)