Angka Pengangguran di AS Tembus 14%, Tertinggi Sepanjang 50 Tahun

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 30 Apr 2020 11:35 WIB
TALLADEGA, AL - MAY 05:  A giant American Flag waves above the track during the NASCAR Sprint Cup Series Aarons 499 at Talladega Superspeedway on May 5, 2013 in Talladega, Alabama.  (Photo by Tom Pennington/Getty Images)
Foto: Tom Pennington/Getty Images
Jakarta -

The Fed menyatakan angka pengangguran di Amerika Serikat (AS) berada di level 14% atau melonjak signifikan setelah 50 tahun. Tingkat pengangguran ini jangan diharapkan bisa kembali ke level 3,5% dalam waktu dekat.

Gubernur The Fed, Jerome Powell mengatakan sebelum angka pengangguran menurun harus meningkatkan belanja terlebih dahulu. Dengan tingkat konsumsi yang naik, maka tingkat pengangguran bisa ditekan.

"Saya tidak berpikir itu akan mendekati level terendah dalam sejarah yang kita miliki baru baru ini pada Februari sekitar 3,5%," kata Powell seperti dilansir CNN, Kamis (30/4/2020).

Meski demikian, Powell memprediksi kegiatan tersebut tidak akan membuat pemulihan penuh pasar tenaga kerja.

"Itu akan membutuhkan waktu untuk kembali," katanya.

The Fed atau bank sentral Amerika Serikat (AS) menyatakan pemulihan ekonomi yang terhantam Corona tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Apalagi pihaknya akan melanjutkan kebijakan stimulus jangka menengah.

Powell menyebut ada tiga alasan mengapa The Fed menilai pemulihan ekonomi tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pertama, waktu penanggulangan virus Corona tidak bisa ditentukan atau penuh ketidakpastian. Kedua, Ekonomi AS rusak parah, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan kehilangan keterampilan, sehingga membuat mereka sulit mengawali kariernya. Ketiga, krisis global yang akan membebani ekonomi AS.



Simak Video "Pengangguran Membeludak, Stimulus 1,9 T Dolar AS Joe Biden Dinanti"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)