Menaker: Selamat May Day 1 Mei 2020, COVID-19 Go Away

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Jumat, 01 Mei 2020 20:42 WIB
Menaker Ida Fauziyah
Foto: dok kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengajak serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) dan para pengusaha untuk menjadikan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2020 sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan persaudaraan melawan Corona Virus Disease (COVID-19).

Di tengah pandemi COVID-19, ia berharap peringatan May Day dapat memperkuat kebersamaan, persaudaraan, jiwa kebangsaan, alat pemersatu bangsa, dan meningkatkan ketahanan sosial untuk melawan COVID-19.

"Mayday kali ini dilakukan dengan suasana berbeda dalam situasi tidak gampang sehingga tak ada perayaan, tak ada demonstrasi. Yang kita lakukan hari ini adalah mengambil hikmah di balik May day itu sendiri. Semangat perjuangan dan semangat membangun persatuan," kata Ida dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2020).

Peringatan May Day di Kantor Kemnaker dilakukan dengan melakukan rapid test COVID-19 bagi 1.000 pekerja. Pemeriksaan kesehatan yang bekerja sama dengan RS Siloam ini dilakukan secara bertahap bagi para pekerja yang berasal dari berbagai perwakilan SP/SB.

Menghadapi situasi sulit di tengah pandemi COVID-19, Ida menegaskan pemerintah perlu bergandengan tangan dengan pengusaha dengan tak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal serupa dilakukan dengan serikat pekerja/serikat buruh karena teman-teman pekerja merupakan pahlawan bagi keluarga dan pahlawan bagi perekonomian nasional.

"Kami, kita semua, tak ada pilihan kecuali bergandengan tangan. Dengan bergandengan tangan, Insyaallah kita bisa menang melawan COVID-19. Selamat May Day 1 Mei 2020. May Day COVID-19 go away. Paling penting, jaga kesehatan dan stay at home," tukasnya.

Untuk mengatasi pandemi COVID-19, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 405,1 triliun yang diperuntukan bagi pemulihan ekonomi nasional, kesehatan, jaring pengaman sosial dan dukungan industri. Tak hanya itu, Kemnaker juga menyiapkan berbagai program yang bisa dimanfaatkan pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan, seperti Kartu Prakerja, padat karya infrastruktur, padat karya produktif, program tenaga kerja mandiri (TKM) dan teknologi tepat guna (TTG).



Simak Video "5 Deretan Film Ini Kisahkan Perjuangan Para Buruh"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/eds)