Data Pengguna Tokopedia Diretas, Belanja dan Jualan Masih Aman?

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 03 Mei 2020 13:30 WIB
Ilustrasi Tokopedia
Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta -

Data pribadi pengguna e-commerce Tokopedia dituding bocor dan ditawarkan di forum online. Informasi yang diungkap akun Twitter @underthebreach menyebut peretasan terjadi pada Maret 2020 dan mempengaruhi 15 juta pengguna.

Menanggapi hal tersebut, pihak Tokopedia memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran. Dengan kata lain data-data tersebut masih aman.

"Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit dan OVO, di Tokopedia tetap terjaga keamanannya," kata VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak melalui keterangan tertulis, Minggu (3/5/2020).

Dia menjelaskan pihaknya berupaya menjaga kerahasiaan data pengguna karena bisnis Tokopedia. Dia menyatakan keamanan data pengguna merupakan prioritas utama.

Berkaitan dengan isu yang beredar tersebut, pihaknya menemukan adanya upaya pencurian data terhadap pengguna Tokopedia. Namun pihaknya menjamin informasi penting pengguna, seperti password, tetap berhasil terlindungi.

"Meskipun password dan informasi krusial pengguna tetap terlindungi di balik enkripsi, kami menganjurkan pengguna Tokopedia untuk tetap mengganti password akunnya secara berkala demi keamanan dan kenyamanan," jelasnya.

Dia melanjutkan, pihaknya juga menerapkan keamanan berlapis, termasuk dengan OTP yang hanya dapat diakses secara real time oleh pemilik akun. Untuk itu pihaknya mengingatkan seluruh pengguna untuk tidak memberikan kode OTP kepada siapapun dan untuk alasan apapun.

"Saat ini, kami terus melakukan investigasi dan belum ada informasi lebih lanjut yang dapat kami sampaikan," tambahnya.



Simak Video "Tokopedia Jawab Soal Kebocoran 15 Juta Data Pengguna"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)