Inflasi April Rendah, Stok Pangan Terjaga atau Daya Beli Lesu?

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 04 Mei 2020 13:14 WIB
Warga Pulau Jamdena, Maluku Tenggara Barat ramai-ramai menukarkan uang lamanya di mobil kas keliling Bank Indonesia. Jumlah uang yang ditukarkan beragam, mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut angka inflasi 0,08% di April 2020 menunjukkan dua hal, pertama stabilitas harga terjaga dan yang kedua dikarenakan daya beli rumah tangga melemah.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pergerakan inflasi di April tahun ini terjadi tidak biasa dari pola sebelumnya. Seharusnya menjelang bulan ramadhan inflasi meningkat seperti tahun sebelumnya.

"Tahun ini justru melambat, dari Maret 0,10% bulan ini hanya 0,08%. Inflasi YoY di sana juga alami perlambatan dari maret 2,96%, April ini 2,67%. Pattern ini tidak biasa," kata Suhariyanto dalam paparannya via video conference, Jakarta, Senin (4/5/2020).

Perlambatan ini, dikatakan Suhariyanto diakibatkan pandemi COVID-19 yang direspon berbagai kebijakan seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan protokol kesehatan sesuai WHO.

"Kalau Ramadhan dan Idul Fitri ada inflasi karena permintaan masyarakat ke barang dan jasa meningkat, tapi karena tahun ini situasi tidak biasa akibat pandemi, pola inflasi berubah," ujarnya.

Jika dilihat menurut komponen, inflasi inti sebesar 0,17% dengan andil 0,11%, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah atau administered price delasi 0,14% dan volatile food juga deflasi 0,09%.

Untuk inflasi inti, pria yang akrab disapa Kecuk ini menyebut mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya dan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut dia perlambatan ini bisa disebabkan terjaganya pasokan bahan pangan dan harga yang stabil.

"Tapi di sisi lain kemungkinan besar karena adanya penurunan permintaan barang dan jasa dari masyarakat karena penurunan aktivitas sosial akibat implementasi PSBB di berbagai wilayah. Satu lagi perlu dicermati, karena turun inflasi inti, tunjukkan ada pelemahan dari daya beli rumah tangga," ungkapnya.



Simak Video "BPS: Ekonomi RI Mulai Bergerak Sejak Relaksasi PSBB"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)