Pertamina Diminta Beli Kapal Produksi Dalam Negeri
Jumat, 16 Des 2005 14:19 WIB
Jakarta -
Pertamina diminta jangan hanya mencari kapal buatan luar negeri. Pasalnya, kapal produksi dalam negeri juga sangat layak untuk dibeli oleh perusahaan minyak ini.Mengantisipasi rencana sewa beli 32 kapal Pertamina itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris meminta agar perseroan membeli kapal yang bobotnya bisa diproduksi perusahaan kapal dalam negeri, seperti PT PAL.Rencananya Pertamina akan mulai tender pengadaan kapal pada akhir tahun 2005 untuk kapal yang akan selesai pada 2008-2009, sisanya dilakukan secara bertahap hingga 2012.Menurut Fahmi, Pertamina akan membeli 8 kapal yang terdiri dua kapal berbobot 30 ribu ton, dua kapal berbobot 85 ribu ton, dua kapal bermuatan 17 ribu ton, serta dua kapal lagi yang berbobot 5 ribu ton untuk membawa LNG.Fahmi menjelaskan, dari pertemuan dengan Pelindo, dipastikan Indonesia hanya mampu membuat kapal berbobot 30 ribu ton dan 17 ribu ton.Kapal dengan bobot 17 ribu ton rata-rata harganya sebesar US$ 22 juta, dan yang berbobot 30 ribu ton antara US$ 24-26 juta.Sedangkan kapal berbobot 85 ribu dan 5 ribu ton membutuhkan pressure yang cukup tinggi teknologinya."Jadi yang bisa dibuat di dalam negeri 4 kapal yang berbobot 30 ribu dan 17 ribu ton. Apalagi PT PAL pernah berpengalaman membuat jenis itu. Hanya ada masalah finansial, yaitu skema pola pembiayaan karena perbankan belum bisa beri dukungan," kata Fahmi.Hal itu diungkapkan usai acara pertemuan dengan para asosiasi dan perwakilan industri di bawah naungan Departemen Perindustrian (Depperin), di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (16/12/2005).Untuk mengatasi masalah pembiayaan ini, Fahmi mengaku, pihaknya akan berkomunikasi dengan Bank Indonesia (BI). Tujuannya, agar perbankan memberi dukungan terhadap perkembangan industri kapal agar mampu membuat kapal besar.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































